‘Detox the Bullshit’: Ajakan Untuk Berhenti Ikut Tren Skincare yang Ribet

Di tengah maraknya tren skincare yang semakin kompleks, muncul pertanyaan sederhana: apakah merawat diri memang harus serumit itu?

Brand wellness asal Bali, Utama Spice, justru menawarkan pendekatan sebaliknya. Lewat kampanye bertajuk “Detox the Bullshit”, mereka mengajak konsumen meninggalkan rutinitas perawatan kulit yang berlapis-lapis dan kembali pada prinsip yang lebih sederhana, menggunakan produk yang tepat, seperlunya, dan konsisten.

Dalam beberapa tahun terakhir, dunia wellness memang dipenuhi berbagai tren baru. Dari rutinitas skincare 12 langkah, bangun pukul 4 pagi untuk “optimal living”, hingga berbagai ritual self-care yang kerap terasa seperti daftar pekerjaan tambahan.

Director Utama Spice, Ria Templer, melihat fenomena ini sebagai bentuk tekanan baru dalam gaya hidup modern.

“Wellness seharusnya tidak terasa seperti daftar tugas tanpa akhir atau ritual yang dibuat hanya agar terlihat menarik di Instagram,” ujarnya. Menurutnya, esensi perawatan diri justru terletak pada konsistensi dan kesederhanaan, serta kemampuan untuk mendengarkan kebutuhan tubuh sendiri.

Fenomena kelelahan akibat rutinitas yang terlalu kompleks kini semakin terasa. Konsumen dihadapkan pada puluhan produk, aturan penggunaan yang rumit, serta saran yang sering kali saling bertentangan, bahkan sebelum hari benar-benar dimulai.

Di titik inilah Utama Spice mencoba menawarkan pendekatan berbeda: perawatan diri yang realistis, tidak berlebihan, dan bisa benar-benar dijalani dalam keseharian.

Essential oils cajeput - Utama Spice
Perwatan diri seharusnya realistis dan tidak berlebihan (Foto: Dok. Utama Spice)

Beberapa produknya dirancang dengan prinsip langkah minimal, manfaat maksimal. Misalnya, Immortelle Serum dan Witch Hazel Toner yang cukup digunakan dalam ritual dua langkah sederhana, atau Energizing Body Balm yang bisa berfungsi sekaligus sebagai pelembap dan penyegar tubuh. Ada pula BreatheEase Aroma Set yang membantu menciptakan suasana tenang tanpa perlu pengetahuan khusus tentang aromaterapi.

Lebih dari sekadar produk, kampanye ini juga mengkritik fenomena wellness yang semakin bersifat performatif. Di media sosial, praktik self-care sering kali tampil sebagai gaya hidup yang harus terlihat sempurna, lengkap dengan ritual panjang, produk berderet, dan estetika yang tertata rapi.

Padahal, tidak semua orang benar-benar merasakan manfaat dari rutinitas yang begitu rumit.Utama Spice justru mengajak orang untuk mengambil langkah sebaliknya: melakukan lebih sedikit, tetapi dengan lebih sadar.

Bentuknya bisa sederhana, penyegaran singkat di pagi hari, ritual lima menit sebelum tidur, atau sekadar berhenti sejenak di tengah hari untuk bernapas.

Karena pada akhirnya, wellness bukan tentang mengikuti tren terbaru di internet. Ia lebih tentang merasa nyaman dengan diri sendiri, memahami ritme tubuh, dan menjalani perawatan diri dengan cara yang jujur serta berkelanjutan.

Jika rutinitas self-care sudah terasa seperti proyek manajemen waktu lengkap dengan alarm pukul 4 pagi dan spreadsheet, mungkin memang sudah waktunya melakukan satu hal: detox the bullshit.