Empat dekade hadir di Indonesia, Oriflame merayakan 40 tahun perjalanannya dengan menegaskan satu hal: beauty bukan sekadar soal tampilan, melainkan tentang wellness, komunitas, dan rasa percaya diri yang tumbuh bersama waktu.
Empat dekade bukan sekadar angka bagi Oriflame Indonesia. Di usia ke-40, brand kecantikan asal Swedia ini memilih merayakannya lewat narasi yang lebih dalam: tentang komunitas, pertumbuhan, dan ekosistem wellness yang dibangun bersama.
Mengusung tema 40 Years of Stars, Oriflame menempatkan “bintang” bukan pada panggung glamor semata, melainkan pada orang-orang di balik perjalanannya, mulai dari Beauty Entrepreneur, konsumen loyal, hingga kolaborator lintas industri yang tumbuh bersama sejak 1980-an.
“Ketika kami mengatakan 40 tahun, ini bukan hanya perayaan angka, tapi tentang people dan komunitas yang membangun kisah sukses bersama,” ujar Fredrik Nilsson, VP & GM Oriflame Indonesia.

Beauty yang Terasa, Bukan Sekadar Terlihat
Dalam momentum ini, Oriflame memetakan strateginya ke dalam tiga layer utama: produk, experience, serta lifestyle & pop culture. Pendekatan ini menegaskan bahwa beauty hari ini tak lagi berdiri sendiri, ia bersinggungan erat dengan wellness, self-care, hingga ekspresi personal.
Dari sisi produk, Oriflame mengedepankan inovasi yang relevan dengan kebutuhan kulit dan gaya hidup modern. Pada ranah experience, brand ini menghadirkan aktivasi yang memungkinkan audiens benar-benar “merasakan” nilai yang dibawa. Sementara di layer lifestyle, Oriflame aktif masuk ke ruang budaya populer, termasuk mendukung film Four Seasons in Java bersama sutradara Kamila Andini, sebagai medium storytelling yang mengangkat isu women empowerment dan komunitas.
Marketing Director Oriflame Indonesia, Patricia, menyebut perayaan ini sebagai “melting pot lifestyle dan pop culture,” agar brand tidak hanya hadir sebagai produk, tetapi sebagai bagian dari keseharian.
Ketika Beauty Bertemu Inner Confidence
Momentum 40 tahun ini juga ditandai dengan bergabungnya Yura Yunita sebagai Brand Ambassador untuk kategori skincare dan makeup. Pilihan ini terasa relevan, mengingat citra Yura yang identik dengan self-love dan ekspresi diri.
Bagi Yura, beauty bukan soal mengubah diri menjadi orang lain, melainkan tentang merasa nyaman menjadi diri sendiri. Ia mengaku telah lama menggunakan produk Oriflame, sehingga kolaborasi ini terasa natural.
Dalam rutinitasnya, Yura mengandalkan Optimals The Beyond Moisturizer untuk perawatan kulit harian, serta Giordani Gold Bronzing Pearls untuk sentuhan akhir yang memberi efek segar dan glowing natural. Narasi yang dibangun bukan sekadar tentang tampilan luar, melainkan tentang ritual merawat diri yang berdampak pada rasa percaya diri.
Fragrance sebagai Ritual Mood Booster
Jika skincare berbicara soal fondasi, maka fragrance menjadi finishing touch dalam ekosistem wellness Oriflame. Melalui lini Love Potion Cherry on Top, brand ini mempertegas posisi wewangian sebagai “ritual confidence” yang instan namun bermakna.
Sebagai Brand Ambassador kategori fragrance, Putri Marino menilai konsistensi inovasi menjadi alasan Oriflame mampu bertahan selama 40 tahun di industri yang sangat dinamis. Ia menyebut aroma cherry dan cokelat dalam Love Potion Cherry on Top sebagai wangi yang playful namun tetap sophisticated.
Fragrance ini dikembangkan bersama Givaudan dan diracik oleh perfumer Louise Turner, menghasilkan karakter gourmand modern dengan sentuhan cherry chocolate truffle dan lipstick accord bernuansa merah marun, interpretasi aroma yang manis, berani, sekaligus dewasa.
Untuk membawa konsep fragrance lebih dekat ke pengalaman sehari-hari, Oriflame berkolaborasi dengan Baskin Robbins Indonesia dalam kampanye bertajuk Sweet Treat. Kolaborasi ini berlangsung 1 Februari hingga 31 Maret, menghadirkan pendekatan lifestyle yang playful dan mudah dibagikan di media sosial.
Strategi ini menunjukkan pergeseran cara brand kecantikan membangun kedekatan: bukan hanya lewat klaim produk, tetapi melalui momen dan pengalaman yang relevan dengan keseharian.
Komunitas sebagai “Bintang” Utama
Di balik seluruh aktivasi tersebut, Oriflame tetap menempatkan komunitas sebagai fondasi. Kisah Ni Made Sugiarti, Beauty Entrepreneur yang telah melewati era konvensional hingga digital, menjadi bukti bagaimana model micro-entrepreneurship yang diusung Oriflame membuka akses pelatihan, recognition, hingga pengalaman global.
Sejak berdiri pada 1967, Oriflame beroperasi di lebih dari 60 negara dengan portofolio produk yang mencakup skincare, kosmetik, fragrance, personal care, hingga suplemen nutrisi. Seluruh produknya di Indonesia telah tersertifikasi halal.
Di usia 40 tahun, Oriflame tak hanya merayakan perjalanan panjangnya di industri beauty, tetapi juga mempertegas posisi sebagai brand yang menjahit kecantikan dan wellness dalam satu ekosistem, di mana produk, komunitas, dan cerita berjalan beriringan.


