22

JUN 20

Tim writer GoodLife

Kolaborasi Seru Untuk Populerkan Jamu Yang Berbasis Digital

Halo Goodpeeps, tahukah kamu bahwa berbagai upaya dilakukan manusia untuk bisa menjalani hidup secara sehat?  Caranya pun bermacam-macam, seperti melalui pengaturan asupan makanan dan minuman serta kegiatan lain yang mengarah ke hidup sehat.

Beruntungnya kita tinggal di Indonesia, negara agraris yang kaya akan rempah-rempah. Seperti yang kita tahu, rempah-rempah mempunyai khasiat yang dapat merawat serta meningkatkan kesehatan dan bisa kita konsumsi dalam bentuk jamu. Ya! Jamu adalah sebuah warisan budaya bangsa yang memiliki nilai luhur, untuk menyehatkan tubuh. 

Berdasarkan pemikiran itu, tiga sosok yang mencintai Indonesia, Nova Dewi (Pendiri dan pemilik kafe dan produsen jamu Suwe Ora jamu), Enrico Halim (pendiri Yayasan Pikir Buat Nusantara), dan Sari Wulandari (Pendiri Yayasan Negeri Rempah), mendirikan website jamuuu.com, sebagai wadah yang membahas serba serbi jamu dan mempopulerkan jamu untuk seluruh masyarakat Indonesia berbasis digital.

 

Awal Mula Berdiri

(Image: dokumen goodlife.id)

Sari Wulandari yang akrab disapa Iwul mengemukakan gagasan didirikannya platfrom jamu ini dimulai saat pandemi Covid-19 melanda Indonesia dan dunia. Pendirian paltform jamu diawali dengan semangat saat masa karantina dan melakukan kerja dari rumah atau work from home (WFH), kala itu kita semua masih awam dengan apa virus corona, pandemik, wabah Covid-19, dan sebagainya.

Pada saat bersamaan, para ahli juga gencar menginformasikan bahwa kita perlu mengonsumsi vitamin untuk meningkatkan daya tahan tubuh. Namun, seketika itu juga tiba-tiba vitamin jadi langka di pasaran, harganya pun menjadi mahal sekali. Nah, salah satu jalan keluar mengatasi kelangkaan vitamin adalah dengan meminum jamu.

“Kebetulan kami memang sudah berteman bertiga, yaitu saya, Nova, dan Rico, lalu kami ngobrol dan berangan-angan untuk bisa membuat satu gerakan bagi masyarakat untuk minum jamu,” kisah Iwul.

Rencana gerakan tersebut akhirnya terlaksana dimana sebuah platform digital tidak hanya mempertemukan pembeli dan penjual jamu, tetapi juga dengan petani rempah. Semuanya bisa bertemu di platform digital ini.

Dari hasil diskusi, terbentuklah platform digital tersebut dengan nama jamuuu.com, di bawah Yayasan Pikir Buat Nusantara yang memang sudah berbentuk badan hukum. Diiringi dengan akun media sosial instagram @jamuuukakaaa.

(Image: Instagram jamuuukakaaa)

“Postingan pertama di instagram pada 23 April 2020, itulah tanggal ulang tahun jamuuu.com,” sambung Nova Dewi. Hingga kini platform itu  masih berupa konsolidasi menuju platform yang sudah berjalan dengan baik. Yang jelas secara perlahan, media digital ini akan menjadi wadah untuk mempopulerkan jamu. 

Kini terdapat tujuh produsen jamu bergabung di platform jamuuu.com yang berkegiatan mempromosikan jamu. Dalam gerakan ini sudah terkumpul sekitar 20.000 nama diantaranya berasal dari follower instagram dan daftar yang dikirimkan melaui pesan-pesan email. Angka ini masih akan terus bergerak meningkat ke arah yang lebih banyak.

Di dalam platform Jamuuu.com juga terdapat fasilitas untuk rekam medis yang bisa digunakan oleh pengunjung website sehingga hasilnya ketahuan sebagi tolak ukur konsumen sebaiknya jamu apa yang akan dikonsumsi.

Kalau sekarang jamuuu.com hanya bisa diakses melalui browser, nantinya akan berupa aplikasi yang lebih memudahkan pengguna mengaksesnya. Sehingga perjalanan menuju harapan agar jamu bisa diterima oleh semua kalangan akan terwujud.

 

Menyambut New Normal Dengan Program Jamu

Sekarang ini saat diberlakukan new normal, karyawan-karyawan di perusahaan-perusahaan sudah mulai diperbolehkan masuk tempat kerja dengan protokol kesehatan yang dikhususkan bagi penanggulangan Covid-19. Karena jamu bisa meningkatkan imunitas ada baiknya para karyawan tersebut atau siapa saja juga bisa mendapatkan informasi tentang jamu dan berkegiatan minum jamu secara teratur 

“Mereka masuk kantor kan berarti naik public transportation, atau terpapar udara bebas, bertemu orang-orang yang tidak dikenal, mungkin saja dalam jumlah banyak orang, sehingga daya tahan tubuh perlu ditingkatkan, lebih daripada di rumah saja. Berarti mereka perlu minum jamu,” ungkap Iwul. 

(Paket Jamu 28 Hari / Image: Instagram jamuuukakaaa)

Sebagai gerakan pilot pertama, dikeluarkanlah projek Jamu 28 hari yang bertujuan untuk mendorong orang minum jamu secara rutin. 

“Kalau rutin kan berarti nggak cuma sekali terus udah (tidak minum jamu lagi). Jumlah 28 itu artinya setiap hari setiap bulan dengan 2 atau 3 hari libur minum jamu,” jelas Iwul. Nova pun melanjutkan penjelasan mengenai rincian Jamu 28 hari itu.

Minggu pertama adalah pengenalan dahulu dan pada hari ke enam dan ke tujuh sudah mulai disusupi jamu pahitan. Jamu pahitan ini berguna untuk membuat badan kita bisa menerima sesuatu yang asing, setelah pada awal-awal disediakan minuman jamu yang terasa manis. 

Minggu kedua adalah jamu-jamu yang bersifat recovery dan improvement diiringi dengan detoxing. Jamunya dipilih yang pahit, sehingga minggu ini bisa dibilang hardcore week.

Minggu ketiga jamu bersifat detox masih berlangsung.

Minggu keempat, sebagai minggu terakhir merupakan jadwal jamu untuk stamina balance dan enchangement

Jamu 6 hari

(Image: Instagram jamuuukakaaa)

Setelah memperkenalkan jamu 28 hari, sewaktu menjelang lebaran yang lalu, jamuuu.com juga memperkenalkan jamu 6 hari yang bisa menjadi hantaran lebaran. Bisa dibilang ini merupakan pengganti parsel lebaran yang biasanya berupa kue dan makanan lainnya. Kalau jamu 28 hari sebagai produk perdana terjual 50 paket, jamu 6 hari bisa terjual lebih banyak, mencapai 60 paket.

“Memang pahit, tapi bisa saya minum, karena saya tahu bahwa jamu itu membuat badan saya sehat,” kata Tomoko Nishikawa, salah satu pelanggan yang sudah mengonsumsi jamu 28 hari.

 

Gimana goodpeeps? Sudah siap menghadapi new normal bersama jamu?  Follow akun mereka untuk mendapatkan update-update seputar jamu dan rempah-rempah lainnya ya. 

 

Jamu itu Indonesia kakaa ~ jamuuu.com

 

Baca Juga:

Melihat Dari Dekat Pembuatan Jamu di Desa Wisata Jamu

Minum Jamu Kini Tak Lagi Malu, Kok Bisa?

Racik Jamu Sendiri di Workshop Suwe Ora Jamu

Recommended Articles