Pengembangan kawasan olahraga tidak lagi sebatas membangun fasilitas untuk aktivitas fisik. Integrasi olahraga, hospitality, wellness, hingga kuliner menjadi peluang baru untuk menciptakan destinasi wisata yang aktif sepanjang tahun.
Industri pariwisata terus mencari pengalaman baru yang tidak hanya menawarkan hiburan, tetapi juga mendukung kualitas hidup. Di tengah tren tersebut, sport tourism dan wellness tourism mulai mendapat perhatian sebagai bagian dari pengembangan destinasi yang menggabungkan aktivitas fisik, rekreasi, dan kesejahteraan.
Peluang inilah yang turut dibahas dalam Business Infrastructure Forum (BIF), salah satu rangkaian Indonesia Sports Summit (ISS) 2026 yang diselenggarakan Kementerian Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia. Dalam forum yang berlangsung pada Jumat (11/9/2026) di Hall Cendrawasih, Jakarta International Convention Center (JICC), pemerintah dan pelaku industri mendiskusikan potensi pengembangan infrastruktur olahraga sebagai penggerak ekonomi dan pariwisata.
Salah satu gagasan yang mengemuka adalah pengembangan empat aset kawasan olahraga di Jawa Barat menjadi destinasi yang mengintegrasikan olahraga dan wellness. Keempat aset tersebut meliputi Kawasan Sport Jabar Arcamanik, Lahan Tanjungsari, Sarana Olahraga Lodaya, dan Sarana Olahraga Padjadjaran.
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi dan Wali Kota Bandung Muhammad Farhan memaparkan karakter serta peluang pengembangan masing-masing kawasan dalam forum tersebut. Namun, merealisasikan potensi ini membutuhkan kolaborasi antara pemerintah dan sektor swasta, terutama untuk memastikan infrastruktur yang dibangun dapat dimanfaatkan secara optimal dan menghadirkan aktivitas yang berkelanjutan.
Dari Fasilitas Olahraga Menjadi Ekosistem Wellness
Bagi Erastus Radjimin, Founder & Chief Executive Officer Artotel Group, pengembangan kawasan olahraga perlu melihat lebih jauh dari sekadar fungsi utamanya sebagai tempat berolahraga. Integrasi dengan sektor hospitality, kuliner, retail, hiburan, dan wellness dapat menciptakan pengalaman yang lebih menyeluruh bagi masyarakat maupun wisatawan.

“Kami meyakini bahwa sport tourism dan wellness akan menjadi masa depan hospitality. Oleh karena itu, kami mendukung penuh pengembangan keempat aset kawasan olahraga di Jawa Barat menjadi destinasi sport tourism dan wellness yang memiliki nilai serta aktivitas sepanjang tahun,” ujar Erastus.
Ia menambahkan bahwa kawasan olahraga perlu terhubung dengan berbagai sektor pendukung, mulai dari hospitality, retail, F&B, wellness, dan entertainment hingga komunitas. Menurutnya, pendekatan ini dapat membantu meningkatkan pemanfaatan infrastruktur olahraga secara lebih konsisten sekaligus membuka sumber pendapatan baru.
Perspektif tersebut menunjukkan bahwa destinasi sport dan wellness tourism tidak harus berhenti pada pengalaman berolahraga. Wisatawan dapat datang untuk mengikuti kompetisi atau latihan, kemudian melanjutkan aktivitas dengan menikmati kuliner, menginap, mengikuti program kebugaran, atau berinteraksi dengan komunitas lokal.
Dengan begitu, kawasan olahraga berpotensi menjadi ruang yang hidup, bukan hanya ketika ada pertandingan atau agenda olahraga tertentu, tetapi juga melalui beragam aktivitas rekreasi dan wellness yang berlangsung sepanjang tahun.
Kolaborasi untuk Membangun Destinasi yang Berkelanjutan
Pengembangan empat aset olahraga di Jawa Barat menjadi bagian dari upaya memperluas pemanfaatan infrastruktur olahraga sekaligus menciptakan peluang ekonomi baru. Tantangannya adalah memastikan setiap kawasan memiliki konsep pengembangan yang sesuai dengan karakter lokasi, kebutuhan masyarakat, dan potensi pasar wisata.
Kolaborasi antara pemerintah, investor, pengelola infrastruktur, pelaku hospitality, serta komunitas menjadi faktor penting dalam proses tersebut. Pengelolaan yang terintegrasi diharapkan dapat meningkatkan utilisasi fasilitas olahraga sekaligus memberikan manfaat ekonomi yang lebih luas.
Keterlibatan Artotel Group dalam Indonesia Sports Summit 2026 menegaskan ketertarikan perusahaan terhadap pengembangan infrastruktur olahraga yang terhubung dengan industri pariwisata. Berbekal pengalaman di sektor hospitality, Artotel Group menyatakan kesiapannya untuk mendukung pengembangan destinasi yang menggabungkan olahraga, rekreasi, dan wellness.
Masa depan sport tourism bukan hanya tentang seberapa besar fasilitas olahraga dibangun, melainkan seberapa jauh ruang tersebut mampu menghadirkan pengalaman yang membuat masyarakat ingin kembali bergerak, beristirahat, dan menikmati hidup dengan cara yang lebih bermakna.


