Ngopi kini bukan lagi sekadar rutinitas untuk mengusir kantuk. Di banyak kota, secangkir kopi telah menjadi bagian dari gaya hidup, ruang bertemu komunitas, hingga pintu masuk untuk mengenal budaya dan asal-usul sebuah daerah.
Fenomena itu terlihat dalam penyelenggaraan Indonesia Coffee Expo (ICX) Medan 2026 yang resmi berakhir setelah berlangsung selama tiga hari di Tiara Convention Center, Medan. Pameran yang digelar Dyandra Promosindo bersama Specialty Coffee Association of Indonesia (SCAI) dan didukung PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk ini diikuti 54 peserta pameran, menarik sekitar 7.700 pengunjung, serta mencatat transaksi mencapai Rp1,5 miliar.
Angka tersebut menunjukkan bahwa minat masyarakat terhadap industri kopi terus tumbuh. Namun lebih dari sekadar nilai transaksi, penyelenggaraan ICX memperlihatkan bagaimana kopi semakin dipahami sebagai bagian dari ekosistem yang melibatkan petani, pelaku UMKM, roaster, brewer, hingga para penikmatnya.
Selama tiga hari, pengunjung tak hanya berburu biji kopi atau mencicipi racikan baru. Beragam kegiatan seperti coffee cupping, kompetisi Indonesia Brewers Cup (IBRC) Regional 3, hingga sesi interaksi dengan petani dan pelaku usaha menghadirkan pengalaman yang lebih mendalam tentang perjalanan kopi dari kebun hingga ke dalam cangkir.
Direktur Dyandra Promosindo, Michael Bayu A. Sumarijanto, mengatakan antusiasme pengunjung menunjukkan bahwa masyarakat kini semakin tertarik memahami proses di balik secangkir kopi.

Menurutnya, kopi tidak lagi dinikmati sebatas produk akhir, tetapi juga membuka rasa ingin tahu terhadap asal-usul biji kopi, proses pengolahan, hingga orang-orang yang berperan di balik industri tersebut. Kondisi ini dinilai menjadi sinyal positif bagi perkembangan industri kopi nasional yang semakin terbuka terhadap kolaborasi.
Pandangan serupa disampaikan Ketua Specialty Coffee Association of Indonesia (SCAI), Daryanto Witarsa. Ia menilai Medan dan Sumatera memiliki posisi penting dalam sejarah kopi Indonesia, sehingga penyelenggaraan ICX menjadi momentum untuk memperkuat koneksi antara petani, pelaku industri, komunitas, hingga konsumen.
Menurutnya, semakin banyak ruang pertemuan yang tercipta, semakin besar pula peluang kopi-kopi dari berbagai daerah Indonesia dikenal, baik di pasar domestik maupun internasional.
Dari Petani hingga Barista, Semua Bertemu dalam Satu Ekosistem
Salah satu daya tarik ICX tahun ini adalah hadirnya Local Farmer Access Program, yang memberikan kesempatan bagi petani untuk memperkenalkan hasil panen mereka secara langsung kepada pelaku industri maupun masyarakat.
Pengunjung juga dapat mengenal karakter berbagai kopi nusantara melalui sesi coffee cupping. Mulai dari Kopi Sidikalang, Kopi Karo, Kopi Minang, hingga berbagai origin lain yang memperlihatkan kekayaan cita rasa kopi Indonesia.
Sementara itu, ajang Indonesia Brewers Cup (IBRC) Regional 3 menjadi panggung bagi para brewer dari berbagai daerah untuk menunjukkan kemampuan mereka. Sebanyak 25 brewer dari 18 coffee shop mengikuti kompetisi yang menjadi bagian dari seleksi menuju tingkat nasional sekaligus membuka peluang tampil di kompetisi internasional.
Andrey Raharja dari Axy Roastery keluar sebagai juara pertama, disusul Cantik Fe Salsabilla dari Drama Roastery di posisi kedua, dan Vincent Chandra Winata Dey di peringkat ketiga.
Digitalisasi Ikut Mengubah Pengalaman Menikmati Kopi
Perubahan budaya ngopi juga berjalan beriringan dengan transformasi digital. Selama penyelenggaraan ICX, transaksi didominasi pembayaran nontunai melalui QRIS pada aplikasi Bale by BTN maupun mesin EDC BTN.
Direktur Utama PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk, Nixon LP Napitupulu, mengatakan tingginya penggunaan pembayaran digital menunjukkan bahwa pelaku UMKM maupun konsumen semakin terbiasa dengan transaksi yang praktis dan efisien.
Ia menilai industri kopi merupakan salah satu sektor yang pertumbuhannya sangat dekat dengan gaya hidup masyarakat saat ini. Karena itu, BTN berkomitmen mendukung perkembangan ekosistem bisnis kopi, baik melalui pembiayaan usaha maupun penguatan layanan digital.
Bagi industri kopi, digitalisasi bukan hanya mempermudah proses pembayaran. Teknologi juga membuka peluang bagi pelaku UMKM untuk memperluas pasar, mengelola bisnis lebih efisien, dan menjangkau konsumen baru.
Setelah sukses digelar di Surabaya dan Medan, rangkaian Indonesia Coffee Expo 2026 akan berlanjut di Jakarta pada 4–6 September 2026 di Jakarta International Convention Center (JICC), Senayan.
Di tengah menjamurnya coffee shop dan meningkatnya budaya ngopi di Indonesia, pameran seperti ICX menunjukkan bahwa secangkir kopi menyimpan cerita yang jauh lebih panjang. Di balik aromanya, ada perjalanan petani, kreativitas para brewer, inovasi pelaku usaha, dan semakin kuatnya budaya yang tumbuh bersama masyarakat.


