Manfaat Yodium Bagi Kesehatan, Ternyata Tak Cuma Cegah Sakit Gondok

Kekurangan yodium sering dikaitkan dengan timbulnya penyakit gondok (benjolan yang membesar di leher). Padahal yodium juga memiliki banyak manfaat bagi kesehatan. Apa saja?

Yodium merupakan mineral yang secara alami bisa ditemukan dalam air laut dan tanah. Tubuh manusia tidak bisa memproduksi yodium sehingga perlu mengonsumsi makanan yang mengandung yodium, salah satunya garam beryodium.

Tubuh memerlukan yodium untuk menjaga kesehatan kelenjar tiroid. Kelenjar ini yang akan memproduksi hormon tiroksin, yaitu hormon yang membantu tubuh mengontrol metabolisme, mengatur suhu internal tubuh, tingkat energi, dan mengatur berat badan.

Sponsored Links

Dampak Kekurangan Yodium

Asupan yodium harian yang direkomendasikan Kementerian Kesehatan RI untuk orang dewasa adalah 150 mikrogram per hari, untuk ibu hamil 220 mikrogram per hari, dan untuk ibu menyusui sebesar 290 mikrogram per hari.

Jika tubuh kekurangan yodium, produksi hormon pada tiroid akan menurun dan menyebabkan kondisi yang disebut hipotiroidisme. Tiroid kamu mungkin akan membesar, yang sering disebut sebagai penyakit gondok, sebagai akibat hipotiroidisme.

Dilansir dari Alodokter ibu hamil dan menyusui yang kekurangan yodium juga akan berisiko mengalami keguguran, kematian janin, hingga gangguan tumbuh kembang anak berupa kretinisme.

Ibu hamil akan sangat berbahaya bila kekurangan yodium (Foto: Xframe)

Kekurangan yodium sebenarnya sulit didiagnosis. Gejala biasanya baru akan muncul ketika seseorang mengalami kekurangan yodium yang parah. Gejala itu berupa:

–          Pembengkakan tiroid (gondok)

–          Kelelahan

–          Kenaikan berat badan

–          Rambut rontok

–          Kulit kering, konstipasi

–          Merasa kedinginan tanpa sebab

–          Wajah bengkak

–          Depresi

–          Sulit konsentrasi dan mengingat

Makanan yang Mengandung Yodium

Oleh karena tubuh tidak bisa memproduksi yodium, kita harus mendapatkannya lewat makanan. Selain garam beryodium, beberapa makanan berikut ini juga mengandung yodium:

1.       Ikan kod dan tuna

Sebenarnya semua ikan laut mengandung yodium namun ikan kod dan tuna diketahui memiliki lebih banyak kandungan yodium. Dalam 120 gram ikan kod mengandung 230 mikrogram yodium, sementara itu 100 gram ikan tuna mengandung 12 mikrogram yodium.

Tuna mengandung yodium cukup tingggi (Foto: Pixabay)

2.       Rumput laut

Rumput laut juga salah satu sumber yodium alami yang baik. Namun kandungan yodiumnya bervariasi berdasarkan jenis rumput laut dan wilayah tempatnya tumbuh.

Jenis rumput laut yang populer dijadikan sumber yodium adalah:

Kombu, rumput laut cokelat yang biasanya dijual kering atau bubuk halus dan sering digunakan untuk membuat kaldu sup Jepang yang disebut dashi.

Wakame, jenis lain dari rumput laut cokelat yang rasanya sedikit manis, biasanya digunakan untuk membuat sup miso.

Nori, sejenis rumput laut merah, yang biasa digunakan untuk sushi gulung.

3.       Udang

Dalam takaran 3 ons udang mengandung sekitar 35 mikrogram yodium atau 23% dari asupan harian yang direkomendasikan.

Udang juga mengandung yodium cukup tinggi (Foto: Pixabay)

4.       Kerang

Kerang juga sumber yodium yang baik, terutama kerang dara. Dari 1 porsi kerang dara tanpa cangkang (sekitar 180  gram) menyediakan 135 mikrogram yodium atau 90% dari asupan harian yang direkomendasikan.

5.       Telur ayam

Sebagian besar kandungan yodium terdapat pada bagian kuning telur. Rata-rata, 1 butir telur ayam mengandung 24 mikrogramg yodium atau sekitar 16% dari nilai harian.

6.       Buah plum kering

Dalam 5 butir buah plum kering mengandung 13 mikrogram yodium atau sekitar 9% dari nilai harian.

Buah plum adalah sumber yodium yang cukup[ baik (Foto: Pixabay)

7.       Susu sapi dan produk turunannya

Susu sapi, yogurt, dan keju mengandung yodium yang cukup tinggi. Secangkir susu sapi (200 mililiter) mengandung 50 hingga 100 mikrogram yodium. Sedangkan kandungan yodium pada produk turunan susu kurang lebih sama jumlahnya.

Manfaat Yodium Bagi Kesehatan

Selain mencegah penyakit gondok atau hipotiroidisme, yodium juga memiliki manfaat lain bagi kesehatan, seperti:

1.       Meningkatkan metabolisme

Tiroid adalah organ utama yang mengatur metabolisme tubuh. Asupan yodium yang cukup akan membuat tiroid menjaga metabolisme tubuh termasuk menjaga kesehatan jantung,

2.       Meningkatkan kemampuan kognitif

Konsumsi yodium yang cukup dapat membantu meningkatkan kemampuan kognitif pada otak, yang artinya ini bisa membantu perkembangan kecerdasan.

3.       Mengatasi infeksi

Yodium memiliki efek yang sama seperti antibiotik namun tidak merusak bakteri baik pada usus. Konsumsi makanan beryodium setiap hari bisa mengatasi dan mencegah terjadinya infeksi.

4.       Meningkatkan energi

Yodium membantu menjaga fungsi tiroid, yang juga berpengaruh pada tingkat energi seseorang. Kekurangan yodium akan membuat kamu cepat mengalami kelelahan.

hitt atau liss
Salah satu manfaat yodium adalah meningkatkan energi (Foto: Xframe)

5.       Menjaga kesehatan kulit, rambut, dan kuku

Selain menjaga metabolisme, hormon tiroid juga berperan dalam pertumbuhan dan pemeliharaan kulit, rambut, dan kuku. Jadi, asupan yodium yang cukup akan turut membantu kesehatannya.

6.       Menjaga perkembangan otak dan tulang pada janin

Pada ibu hamil, yodium juga bermanfaat untuk menjaga perkembangan otak dan tulang pada janin. Oleh karena itu, asupan yodium pada ibu hamil lebih besar dari orang dewasa karena harus menyuplai untuk janin juga.

Ternyata yodium tidak hanya mencegah sakit gondok saja, tapi juga memberikan manfaat kesehatan yang lain. Dan kamu juga bisa memperoleh yodium tak cuma dari garam saja karena banyak jenis makanan lain yang ternyata juga mengandung yodium.

Visited 2 times, 1 visit(s) today