Tak Perlu ke Tokyo, Festival Ini Bawa Street Food Jepang ke Bandung

Tokyo punya cara sendiri untuk membuat makanan terasa seperti bagian dari perjalanan. Di tengah hiruk-pikuk kota, aroma makanan dari kios-kios kecil di pinggir jalan menjadi pengalaman yang sulit dipisahkan dari kehidupan urban Jepang.

Pengalaman itulah yang coba dibawa Archipelago Hotels ke Indonesia melalui Japanese Street Food Festival – 60 Seconds to Tokyo. Digelar pada 23 Juli 2026 di Hotel Neo Kota Baru Parahyangan, Bandung, festival ini mengajak pengunjung mencicipi beragam hidangan yang terinspirasi dari street food Jepang tanpa harus terbang ke Negeri Sakura.

Festival tersebut merupakan bagian dari Archipelago Global Flavours Series, kampanye kuliner yang menghadirkan cita rasa berbagai negara melalui pengalaman kuliner yang dibuat lebih dekat dengan masyarakat.

Setelah sebelumnya mengangkat tema Korea melalui Korean Street Food Festival – 60 Seconds to Seoul, kali ini Jepang menjadi tujuan berikutnya.

Bukan hanya soal makanan, pengalaman yang ditawarkan juga dibuat lebih interaktif. Konsep live cooking menjadi salah satu daya tarik utama. Pengunjung dapat melihat langsung para chef menyiapkan hidangan di hadapan mereka, mulai dari proses memasak hingga penyajian.

Japanese Street Food Festival digelar pada 23 Juli 2026 (Foto: Archipelago Hotels)

Cara ini sekaligus mencoba menghadirkan karakter street food Jepang yang identik dengan kecepatan, presisi, dan kualitas, tetapi tetap dikemas dalam suasana yang modern dan dinamis.

“Sebagai bagian dari Archipelago Global Flavours Series, kami sangat antusias menghadirkan ’60 Seconds to Tokyo’ melalui Japanese Street Food Festival di Hotel Neo Kota Baru Parahyangan. Festival ini tidak hanya menghadirkan kekayaan cita rasa street food Jepang, tetapi juga mengajak masyarakat merasakan semarak budaya dan atmosfer khas Tokyo dalam satu pengalaman yang interaktif. Melalui inisiatif ini, kami terus berkomitmen menghadirkan inovasi kuliner dan pengalaman kuliner yang berkesan bagi seluruh tamu kami,” ujar John Flood, CEO Archipelago Hotels.

Sponsored Links

Tak Hanya Festival Sehari

Japanese Street Food Festival memang digelar pada 23 Juli 2026. Namun, kampanye “60 Seconds to Tokyo” berlangsung lebih panjang, yakni mulai Juli hingga Desember 2026.

Sebanyak 139 hotel di bawah jaringan Archipelago Hotels di seluruh Indonesia ikut terlibat dalam kampanye ini. Artinya, pengalaman kuliner bertema Jepang tidak berhenti ketika festival selesai.

Masyarakat dapat menemukan menu-menu spesial yang terinspirasi dari Jepang di hotel-hotel yang berpartisipasi. Pilihan menikmatinya pun cukup beragam, mulai dari makan langsung di restoran (dine-in), layanan room service, hingga pemesanan melalui layanan pesan antar (online delivery).

Dengan konsep tersebut, Archipelago Hotels ingin membawa pengalaman street food Jepang lebih dekat dengan masyarakat Indonesia. Tokyo seolah dipindahkan dari jalanan kota metropolitan Jepang ke berbagai destinasi hotel di Indonesia.

Sebanyak 139 hotel di bawah jaringan Archipelago Hotels di seluruh Indonesia ikut terlibat dalam kampanye ini (Foto: Pexels)

Bandung Dipilih Jadi Titik Awal

Bandung menjadi lokasi utama penyelenggaraan Japanese Street Food Festival – 60 Seconds to Tokyo. Pemilihan kota ini bukan tanpa alasan.

Bandung dikenal memiliki ekosistem kreatif yang berkembang, komunitas yang aktif, serta ketertarikan tinggi terhadap berbagai kegiatan yang mempertemukan budaya dan gaya hidup.

Festival ini juga melibatkan sembilan hotel Archipelago Hotels di wilayah Jawa Barat, DKI Jakarta, dan Banten. Hotel tersebut terdiri dari Hotel Neo Kota Baru Parahyangan, fave+ hotel Pamanukan, Harper M.T Haryono – Jakarta, Harper Purwakarta – Jawa Barat, Aston Serang Hotel & Convention Center, Grand Aston Puncak Hotel & Resort, Aston Pasteur Hotel, Aston Priority Simatupang Hotel & Conference Center, serta Harper Cikarang – Jawa Barat.

Keterlibatan sembilan hotel ini membuat kampanye “60 Seconds to Tokyo” tidak hanya menjadi sebuah acara kuliner, tetapi juga bagian dari gerakan yang lebih luas untuk menghadirkan pengalaman gastronomi Jepang ke berbagai daerah.

Saat Kuliner Bertemu Cosplay dan J-Pop

Jika yang dicari hanya makanan, festival ini mungkin terasa terlalu sederhana. Sebab, pengunjung juga diajak merasakan atmosfer Jepang melalui berbagai aktivitas hiburan.

Berlokasi di Noodles Now Restaurant dan area ballroom Hotel Neo Kota Baru Parahyangan, festival berlangsung dari sore hingga malam hari.

Ada Tokyo-Themed Photo Corner dengan dekorasi yang terinspirasi dari manga dan surat kabar Jepang. Pengunjung juga bisa menyaksikan Cosplay Walk yang menampilkan karakter-karakter anime populer.

Belum selesai sampai di sana. Ada pula Japanese Idol Dance, pertunjukan Taiko Drum, permainan interaktif, kuis berhadiah, hingga DJ Performance yang memainkan lagu-lagu J-Pop, soundtrack anime, dan musik elektronik modern.

Atmosfer tersebut membuat festival terasa seperti ruang pertemuan berbagai elemen budaya Jepang. Makanan menjadi pintu masuknya, sementara musik, visual, dan hiburan memperkuat pengalaman yang ingin dibangun.

Pengunjung juga dapat bertemu dengan Ren dan Reina, dua karakter yang menjadi bagian dari kampanye “60 Seconds to Tokyo”.

Ren merupakan sosok berdarah Indonesia dan Jepang. Sementara Reina adalah perempuan asal Jepang yang kini menetap di Indonesia. Keduanya hadir untuk memperkenalkan lebih dekat berbagai sajian street food Jepang sekaligus menjadi representasi dari pesan utama kampanye ini: menikmati pengalaman kuliner Jepang kini bisa dilakukan tanpa harus bepergian jauh.

Wagyu Burger hingga Kuromitsu Matcha Puff

Soal makanan, konsep live cooking menjadi bagian yang tak bisa dilewatkan.

Para chef Archipelago Hotels menyiapkan hidangan secara langsung di hadapan pengunjung. Proses ini membuat makanan tidak sekadar menjadi sesuatu yang disantap, tetapi juga menjadi bagian dari tontonan.

Menu yang disajikan pun cukup beragam. Untuk hidangan utama, ada Wagyu Burger, Hambagu, dan Menchi Katsu.

Sementara untuk minuman, pengunjung dapat memilih Shizuku Matcha Cooler, Shiso-Basil Berry, Sakura Sunset, dan Hojicha Latte.

Pilihan dessert juga tak kalah menarik. Ada Kuromitsu Matcha Puff dan Japanese Cotton Cheese yang menjadi sajian penutup.

Perpaduan menu tersebut menunjukkan bagaimana Archipelago Hotels mencoba menerjemahkan street food Jepang ke dalam pengalaman kuliner yang lebih modern. Cita rasa khas Jepang tetap menjadi fondasi, sementara penyajiannya dibuat lebih dekat dengan selera dan gaya hidup masyarakat saat ini.

Melalui kampanye “60 Seconds to Tokyo”, Archipelago Hotels ingin menunjukkan bahwa pengalaman kuliner lintas negara tak selalu membutuhkan perjalanan lintas benua.

Sebab, di tengah mobilitas masyarakat yang semakin cepat, pengalaman tentang sebuah tempat bisa saja hadir melalui hal-hal sederhana: makanan yang dimasak di depan mata, musik yang terdengar dari panggung, atau aroma yang membawa ingatan pada sebuah kota yang bahkan belum pernah dikunjungi.

Dan kali ini, perjalanan menuju Tokyo itu dimulai dari Bandung.