Doom Scrolling Ternyata Bisa Memicu Overthinking dan Insomnia, Kok Bisa?

Setelah makan, bersantai sambil bermain gadget

Awalnya hanya ingin scrolling sebentar sebelum tidur, tapi tanpa sadar kebiasaan itu bisa membuat otak terus “terjaga”, memicu overthinking, hingga diam-diam merusak kualitas tidur dan kesehatan mental.

Awalnya hanya ingin cek TikTok sebentar, lihat update Instagram, atau baca thread viral di X sebelum tidur. Tapi tanpa sadar, waktu sudah lewat tengah malam dan mata masih terpaku pada layar. Fenomena ini disebut doom scrolling, kebiasaan terus-menerus mengonsumsi konten negatif, mengejutkan, atau memicu kecemasan di media sosial dan internet.

Masalahnya, otak manusia sebenarnya tidak dirancang untuk menerima banjir informasi tanpa henti menjelang tidur. Akibatnya bukan cuma susah tidur, tetapi juga memengaruhi kesehatan mental, fokus, produktivitas, bahkan kondisi fisik sehari-hari.

Sponsored Links

Apa Itu Doom Scrolling?

Doom scrolling adalah kebiasaan menggulir media sosial atau berita terus-menerus, terutama konten yang memicu emosi seperti kecemasan, kemarahan, ketakutan, atau rasa penasaran berlebihan.

Biasanya kebiasaan ini terjadi saat:

  • rebahan sebelum tidur,
  • bangun tengah malam lalu membuka HP,
  • merasa stres atau overthinking,
  • ingin “mengalihkan pikiran” sebelum tidur.

Ironisnya, semakin banyak konten dikonsumsi, otak justru makin aktif dan sulit beristirahat.

Kenapa Doom Scrolling Sebelum Tidur Berbahaya?

1. Membuat Otak Tetap “Siaga”

Saat melihat konten yang memicu emosi, mulai dari berita buruk, drama viral, konflik, hingga video disturbing, otak menganggap ada ancaman yang perlu diproses.

Tubuh lalu meningkatkan hormon stres seperti kortisol. Akibatnya:

  • jantung lebih aktif,
  • pikiran terus berjalan,
  • tubuh sulit masuk ke mode istirahat.

Inilah alasan banyak orang merasa lelah tapi tetap tidak bisa tidur.

Doom scrolling memicu insomnia (Foto: Pexels)

2. Memicu Insomnia dan Kualitas Tidur Buruk

Paparan cahaya biru dari layar HP dapat mengganggu produksi melatonin, hormon alami yang membantu tubuh tidur.

Ditambah stimulasi konten cepat dari media sosial, otak menjadi overstimulated. Akibatnya:

  • tidur jadi lebih larut,
  • mudah terbangun,
  • mimpi terasa lebih intens,
  • bangun tidur tetap lelah.

Kalau terjadi terus-menerus, tubuh bisa mengalami sleep debt atau utang tidur kronis.

3. Overthinking Jadi Semakin Parah

Banyak orang merasa scrolling membantu “menenangkan pikiran”, padahal yang terjadi justru sebaliknya.

Konten yang terus berubah cepat membuat otak sulit tenang. Pikiran jadi penuh:

  • membandingkan hidup dengan orang lain,
  • takut tertinggal tren,
  • cemas soal masa depan,
  • memikirkan komentar negatif,
  • merasa hidup kurang produktif.

Tanpa sadar, doom scrolling menjadi pemicu overthinking sebelum tidur.

4. Dopamin Jadi Tidak Seimbang

Media sosial bekerja dengan sistem reward cepat. Setiap video baru, notifikasi, atau konten viral memicu pelepasan dopamin.

Masalahnya, otak jadi terbiasa mencari stimulasi instan terus-menerus. Dampaknya:

  • sulit fokus,
  • gampang bosan,
  • susah menikmati aktivitas normal,
  • craving membuka HP terus.

Inilah kenapa banyak orang reflex mengambil HP bahkan tanpa tujuan jelas.

5. Bisa Memicu Burnout Digital

Terlalu banyak menerima informasi setiap hari membuat otak kelelahan secara mental.

Gejalanya sering tidak disadari:

  • mudah emosional,
  • cepat lelah,
  • sulit konsentrasi,
  • merasa kosong,
  • malas bersosialisasi,
  • mood gampang turun.

Burnout digital kini semakin sering terjadi karena otak hampir tidak pernah benar-benar “offline”.

Tanda-Tanda Kamu Sudah Kecanduan Doom Scrolling

Kalau beberapa hal ini sering terjadi, kemungkinan kebiasaan scrolling sudah mulai mengganggu kesehatan:

  • selalu tidur lewat tengah malam karena media sosial,
  • membuka HP otomatis saat lampu dimatikan,
  • merasa cemas kalau tidak update,
  • scrolling tanpa sadar selama berjam-jam,
  • bangun tidur langsung cek notifikasi,
  • mata lelah tapi tetap terus melihat layar.

Cara Mengurangi Doom Scrolling Sebelum Tidur

Terapkan “Digital Sunset”

Berhenti menggunakan HP 30–60 menit sebelum tidur agar otak punya waktu transisi untuk rileks.

Jangan Tidur Sambil Memegang HP

Simpan ponsel jauh dari tempat tidur supaya tidak refleks membuka aplikasi.

Ganti Ritual Malam

Coba aktivitas yang lebih menenangkan:

  • membaca buku,
  • journaling,
  • stretching ringan,
  • meditasi,
  • mendengarkan musik santai.

Kurasi Konten

Kurangi akun yang memicu stres, kecemasan, atau toxic comparison.

Gunakan Mode Malam

Night mode memang tidak menghilangkan efek layar sepenuhnya, tapi dapat membantu mengurangi paparan cahaya biru.

Kita hidup di era ketika otak hampir tidak pernah berhenti menerima stimulasi. Informasi datang setiap detik, algoritma terus memancing perhatian, dan media sosial dirancang agar pengguna bertahan selama mungkin.

Karena itu, menjaga kesehatan mental hari ini bukan hanya soal mengelola stres, tetapi juga mengatur apa yang dikonsumsi otak setiap malam.

Kadang yang membuat tubuh lelah bukan aktivitas fisik, melainkan pikiran yang tidak pernah diberi kesempatan untuk benar-benar istirahat.

Doom scrolling sebelum tidur terlihat sepele, tetapi dampaknya bisa panjang: kualitas tidur menurun, overthinking meningkat, emosi lebih tidak stabil, hingga kesehatan mental terganggu.

Kalau akhir-akhir ini kamu merasa cepat lelah, sulit fokus, gampang cemas, atau bangun tidur tetap capek, mungkin masalahnya bukan kurang tidur saja, tetapi otakmu terlalu sibuk bahkan sampai tengah malam.

Mulai malam ini, coba beri otak waktu untuk benar-benar “logout”.