10 Tips Mencuci dan Menyimpan Kain Tradisional

Mencuci kain

Jangan asal mencuci dan menyimpan kain tradisional. Batik, songket, sasirangan, tenun, dan aneka kain tradisional lainnya butuh perawatan khusus agar tidak mudah pudar dan rusak.

Semakin tua usianya, semakin mahal harga kain tradisional. Tak heran banyak orang hobi mengoleksi kain tradisional. Apalagi jika kain tradisional tersebut warisan turun temurun yang memiliki nilai historis, wah pasti semakin berharga. 

Sayangnya terkadang kita cuma senang membeli dan mengumpulkan, tetapi tidak merawatnya dengan tepat. Alhasil, kain tradisional hanya dibiarkan menumpuk di lemari, menjadi bau apek, warnanya pudar bahkan rusak. 

Padahal ada beberapa cara mudah yang bisa dilakukan untuk merawat kain tradisional, terutama saat proses pencucian dan penyimpanannya.

1. Cuci Dengan Tangan

Cara mencuci kain tradisional

Hindari pemakaian mesin cuci agar tekstur kain tidak rusak dan warnanya tidak cepat pudar. Cukup direndam sebentar dan dikucek pelan dengan tangan. Jangan disikat atau diperas terlalu kencang. 

Atau, untuk kain tradisional berjenis sutra, sebaiknya dicuci dengan teknik dry clean

2. Jangan Dicampur

Cuci kain tradisional satu per satu. Jangan dicampur dengan kain tradisional berwarna/berjenis yang berbeda. Jangan juga dicampur dengan aneka pakaian lain. 

3. Cairan Pencuci Khusus

Gunakan cairan pencuci khusus untuk kain tradisional yang biasanya minim detergen. Misalnya, untuk batik atau tenun bisa menggunakan cairan pencuci berbahan lerak. Jika tidak ada, jangan gunakan detergen pencuci biasa. Lebih baik menggunakan sabun bayi yang lembut. Dengan cairan pencuci yang lembut tekstur kain tidak mudah rusak.

4. Harus Benar-benar Kering

Jangan dijemur di bawah sinar matahari langsung. Lebih baik dijemur dengan dibentangkan dan  diangin-anginkan di tempat sejuk sampai benar-benar kering. Jangan ada basah atau lembap sedikitpun karena dapat memicu jamur.

5. Aturan Setrika

Menyetrika kain tradisional

Setrika bagian dalam kain dengan suhu rendah. Atau setrika bagian luar kain dengan dialas kertas putih sehingga setrika tidak langsung menempel pada kain.

6. Kotak Penyimpanan

Gulung dan simpan masing-masing kain tradisional dalam kotak penyimpanan yang memiliki sedikit rongga udara. Selipkan beberapa silicon gel untuk menghindari bau apek dan jamur.

7. Kertas Minyak

Agar lebih awet disimpan, sebelum dimasukkan ke kotak kamu bisa membungkus kain dengan kertas minyak yang tipis dan lebih berpori.

8. Angin-anginkan

Menjemur kain

Jika kain sudah dipakai 1-2 kali dan mau disimpan kembali, sebaiknya gantung dan angin-anginkan dulu agar kotoran dan baunya hilang. Setelah itu barulah gulung dan simpan kembali. 

9. Keluarkan Sebulan Sekali

Sebulan sekali keluarkan kain-kain koleksi agar tidak lembap dan bau apek. Gantung dan angin-anginkan.

10. Jika Berkutu

Kain lawas yang lama tidak dipakai bisa saja dihinggapi serangga kecil seperti kutu kain. Ambil sejumput merica butiran atau beberapa lembar daun salam, bungkus dengan kain tulle yang memiliki lubang kecil-kecil, simpan di lemari atau kotak penyimpan kain. 

Visited 36 times, 1 visit(s) today