Tubuh Susah Gemuk Meski Nafsu Makan Besar, Normal atau Tanda Masalah Kesehatan?

Di tengah tren diet dan kekhawatiran soal berat badan berlebih, ada juga orang yang menghadapi situasi sebaliknya: makan banyak, porsi tak pernah kecil, tapi angka di timbangan nyaris tak bergerak.

Di tengah tren diet dan kekhawatiran soal berat badan berlebih, ada kelompok orang yang justru menghadapi masalah sebaliknya: makan banyak, tapi berat badan tetap sulit naik. Di tongkrongan, mereka sering dijuluki “makan apa saja tetap kurus.” Bagi sebagian orang, kondisi ini terdengar seperti keberuntungan. Namun bagi yang mengalaminya, tubuh yang terlalu kurus juga bisa memunculkan kekhawatiran—mulai dari soal energi, kepercayaan diri, hingga kesehatan jangka panjang.

Secara medis, ada beberapa alasan kenapa tubuh seseorang sulit menambah berat badan.

1. Metabolisme tubuh yang sangat cepat
Tubuh manusia bekerja seperti mesin yang membakar energi. Pada sebagian orang, “mesin” ini bekerja lebih cepat dari rata-rata. Artinya, kalori dari makanan lebih cepat diubah menjadi energi, bukan disimpan sebagai lemak atau massa tubuh. Orang dengan metabolisme tinggi biasanya tetap aktif dan hangat, tetapi membutuhkan asupan kalori yang lebih besar untuk menaikkan berat badan.

2. Faktor genetik
Bentuk tubuh juga banyak dipengaruhi oleh faktor keturunan. Jika orang tua atau anggota keluarga memiliki tubuh cenderung kurus, kemungkinan besar pola yang sama muncul pada generasi berikutnya. Dalam dunia medis, ada tipe tubuh tertentu yang secara alami memiliki massa lemak dan otot lebih rendah.

makan sehat
Banyak makan tapi kalorinya kurang bisa sebabkan susah gemuk (Foto: Pexels)

3. Pola makan yang terlihat banyak, tapi kalori sebenarnya kurang
Banyak orang merasa sudah makan “banyak”, tetapi jika dihitung secara nutrisi, kalori hariannya belum tentu cukup. Misalnya makan besar hanya dua kali sehari, jarang camilan, atau memilih makanan yang volumenya besar tapi kalorinya rendah. Tubuh tetap kekurangan energi untuk membangun jaringan baru.

4. Aktivitas fisik yang tinggi
Gaya hidup aktif—mulai dari olahraga intens, banyak berjalan, hingga aktivitas harian yang padat—bisa membuat tubuh membakar lebih banyak kalori daripada yang masuk. Akibatnya, surplus energi yang dibutuhkan untuk menambah berat badan tidak pernah tercapai.

5. Faktor hormon dan kesehatan tertentu
Dalam beberapa kasus, tubuh yang terlalu sulit gemuk bisa berkaitan dengan kondisi medis, seperti gangguan hormon tiroid yang membuat metabolisme meningkat, masalah penyerapan nutrisi di usus, atau stres kronis yang memengaruhi hormon tubuh. Jika berat badan sangat rendah disertai gejala lain seperti mudah lelah, jantung berdebar, atau gangguan pencernaan, pemeriksaan medis sebaiknya dipertimbangkan.

Sponsored Links

Jadi, apakah tubuh kurus selalu sehat?

Tidak selalu. Tubuh kurus bisa sehat jika komposisi tubuh, energi, dan parameter kesehatan lainnya normal. Namun jika berat badan terlalu rendah, risiko seperti imunitas yang lebih lemah, kelelahan, hingga massa otot yang rendah bisa muncul.

Kabar baiknya, menaikkan berat badan tidak harus dengan cara ekstrem. Prinsipnya sederhana: menambah asupan kalori berkualitas, memperbanyak protein, serta latihan kekuatan untuk membangun massa otot—bukan sekadar menumpuk lemak.

Pada akhirnya, setiap tubuh punya “set point” yang berbeda. Ada yang mudah naik berat badan, ada yang harus bekerja lebih keras untuk menambah beberapa kilogram saja. Yang terpenting bukan sekadar angka di timbangan, melainkan apakah tubuh terasa bertenaga, sehat, dan mampu menjalani aktivitas sehari-hari dengan optimal.