Cara Menghadapi ‘January Blues’ Setelah Euforia Perayaan Tahun Baru Reda

Setelah keriuhan pergantian tahun mereda, banyak orang justru memasuki Januari dengan mood yang menurun dan energi yang melemah, sebuah fenomena yang kerap disebut January Blues.

Setelah rangkaian pesta, libur panjang, dan euforia pergantian tahun usai, banyak orang justru merasakan penurunan mood yang signifikan. Fenomena ini dikenal sebagai January Blues, sebuah kondisi ketika energi mental melemah, motivasi menurun, dan perasaan kosong mulai muncul. Pergeseran dari periode penuh aktivitas dan stimulasi menuju rutinitas kembali dapat membuat suasana hati menjadi kurang stabil.

Berikut pendekatan komprehensif dari sisi kesehatan mental dan gaya hidup yang dapat membantu mengelola fase ini.


1. Akui Perasaan yang Muncul

Penurunan mood awal tahun adalah respons manusiawi. Mengabaikannya justru dapat meningkatkan tekanan mental. Luangkan waktu untuk memeriksa perasaan Anda: apakah yang muncul adalah kelelahan emosional, kecemasan tentang rencana tahun baru, atau sekadar kehilangan ritme liburan. Mengakui kondisi ini adalah langkah awal yang sehat untuk memulihkan keseimbangan.


2. Bangun Rutinitas yang Lebih Realistis

Awal tahun sering memicu ambisi berlebihan, namun rencana yang terlalu berat justru memperkeras January Blues. Susun kembali rutinitas dengan target yang lebih terukur. Mulailah dari hal-hal sederhana seperti jam tidur konsisten, agenda kerja yang tidak berlebihan, dan jeda yang terencana. Ritme hidup yang stabil sangat berpengaruh pada kestabilan suasana hati.

Bangun rutinitas yang sederhana seperti tidur tepat waktu (Foto: pexels)

3. Optimalkan Paparan Cahaya Matahari

Di banyak negara, cuaca gelap dan hari yang lebih pendek dapat memicu perubahan hormon yang mengatur mood. Meski di Indonesia intensitas cahaya relatif tinggi, sebagian orang tetap menghabiskan awal tahun di ruang tertutup hingga mengurangi paparan cahaya alami. Usahakan berjalan pagi, membuka tirai kamar, atau bekerja dekat jendela. Dukungan cahaya alami membantu mengatur ritme sirkadian dan meningkatkan energi mental.


4. Lakukan Aktivitas yang Menggerakkan Tubuh

Aktivitas fisik meningkatkan produksi endorfin, membantu mengurangi stres, dan memperbaiki kualitas tidur. Tidak perlu langsung memulai latihan intens. Jalan cepat 20 menit, peregangan ringan, atau sesi olahraga sederhana di rumah sudah cukup untuk memberi dorongan positif pada suasana hati.


5. Kurangi Konsumsi Konten yang Memicu Perbandingan

Awal tahun biasanya dipenuhi unggahan orang lain tentang resolusi besar, perjalanan, atau pencapaian tertentu. Jika hal itu menambah tekanan psikologis, batasi paparan media sosial sementara waktu. Alihkan energi ke aktivitas yang lebih mendukung kesejahteraan diri seperti membaca, journaling, atau berkumpul dengan teman dekat.

6. Rekonstruksi Lingkungan Hidup

Transisi dari suasana liburan bisa terasa kontras. Hal kecil seperti merapikan kamar, mengganti dekorasi, atau membangun sudut kerja yang lebih nyaman dapat membantu menciptakan perasaan segar dan kendali. Lingkungan yang tertata rapi memberikan stimulus visual yang menenangkan dan memberi ruang mental untuk memulai tahun dengan lebih stabil.

7. Buat Agenda Transisi

Alih-alih langsung kembali ke kecepatan penuh, buat masa transisi 1–2 minggu. Isi dengan kegiatan ringan yang menyenangkan, seperti menonton film, mencoba hobi baru, atau bertemu orang-orang yang memberi energi positif. Transisi yang perlahan membantu tubuh dan pikiran menyesuaikan perubahan ritme secara lebih sehat.

8. Praktikkan Mindfulness

Meditasi singkat, pernapasan dalam, atau latihan kesadaran dapat membantu menurunkan ketegangan mental. Latihan ini melatih fokus pada momen kini, mengurangi kecemasan akan rencana besar, dan memperkuat ketenangan batin.

9. Evaluasi Namun Jangan Menghakimi Diri

Awal tahun sering dikaitkan dengan pencapaian baru. Namun evaluasi diri seharusnya bertujuan untuk memahami, bukan menghakimi. Pertahankan perspektif bahwa perkembangan adalah proses bertahap. Fokus pada kemajuan kecil yang konsisten.

10. Pertimbangkan Konsultasi Profesional Jika Diperlukan

Jika gejala berlanjut hingga mengganggu aktivitas sehari-hari, misalnya sulit bangun pagi, kehilangan minat pada hal yang biasa disukai, atau perubahan pola tidur dan makan yang ekstrem, konsultasi dengan psikolog atau profesional kesehatan mental dapat menjadi langkah Bijak. Bantuan profesional memberikan strategi personal yang lebih tepat sasaran.

January Blues bukan tanda kelemahan, melainkan sinyal bahwa tubuh dan pikiran membutuhkan penyesuaian setelah periode yang intens. Dengan pendekatan mental dan gaya hidup yang tepat, fase ini dapat menjadi momentum membangun kembali ritme sehat dan fokus menghadapi tahun yang baru.