Matcha Memang Sehat, tapi Kebanyakan Minum Bisa Ganggu Kesehatan

Teh matcha

Di balik tampilannya yang estetik dan label “lebih sehat dari kopi”, terlalu sering minum matcha ternyata bisa memicu efek samping yang diam-diam berdampak pada tubuh.

Matcha lagi ada di mana-mana. Mulai dari coffee shop estetik, menu dessert, sampai jadi “daily ritual” sebelum kerja atau workout. Banyak orang memilih matcha karena dianggap lebih sehat dibanding kopi. Kandungan antioksidannya tinggi, bikin fokus lebih stabil, dan rasanya juga lebih smooth di lambung.

Tapi pertanyaannya: kalau terlalu sering minum matcha, apakah tetap aman buat kesehatan?

Jawabannya: tergantung jumlah dan kondisi tubuh masing-masing. Karena meski dikenal sebagai minuman sehat, konsumsi matcha berlebihan tetap bisa memicu beberapa efek samping yang sering tidak disadari.

Sponsored Links

Matcha Memang Sehat, Tapi Tetap Mengandung Kafein

Satu hal yang sering dilupakan adalah matcha tetap mengandung kafein. Bahkan dalam beberapa sajian, kadar kafeinnya bisa mendekati kopi.

Bedanya, matcha mengandung L-theanine, senyawa yang membantu tubuh merasa lebih rileks dan fokus. Efeknya membuat energi terasa lebih “kalem” dibanding kopi yang kadang bikin jantung berdebar.

Namun ketika dikonsumsi terlalu sering (misalnya 3–5 gelas sehari) tubuh tetap bisa mengalami overload kafein.

Terlalu banyak minum matcha juga berdampak buruk (Foto: Pexels)

Gejalanya bisa berupa:

  • susah tidur
  • jantung berdebar
  • cemas berlebihan
  • tremor ringan
  • sakit kepala
  • mudah lelah setelah efek kafein habis

Ironisnya, banyak orang mengira tubuhnya “cocok” dengan matcha, padahal sebenarnya sudah mulai mengalami ketergantungan kafein ringan.

Terlalu Banyak Matcha Bisa Ganggu Lambung

Matcha memiliki kandungan tanin yang cukup tinggi. Jika diminum saat perut kosong atau terlalu sering dalam sehari, senyawa ini bisa mengiritasi lambung.

Beberapa keluhan yang sering muncul:

  • mual
  • perut begah
  • asam lambung naik
  • nyeri ulu hati

Ini terutama sering terjadi pada orang yang menjadikan matcha sebagai “sarapan” tanpa makanan pendamping.

Trend minum iced matcha pagi-pagi memang terlihat healthy, tapi lambung tetap butuh asupan yang seimbang.

Bisa Menghambat Penyerapan Zat Besi

Salah satu efek yang jarang dibahas adalah matcha dapat menghambat penyerapan zat besi jika dikonsumsi berlebihan, terutama setelah makan.

Dalam jangka panjang, kondisi ini bisa meningkatkan risiko:

  • tubuh gampang lemas
  • sulit fokus
  • anemia ringan
  • kulit terlihat pucat

Efek ini lebih rentan dialami perempuan yang memang memiliki kebutuhan zat besi lebih tinggi.

Kalau kamu rutin minum matcha setiap hari, idealnya beri jarak sekitar 1–2 jam setelah makan utama agar penyerapan nutrisi tetap optimal.

Matcha Kemasan Bisa Tinggi Gula

Banyak orang merasa sudah menjalani gaya hidup sehat karena rutin minum matcha. Padahal yang dikonsumsi sebenarnya bukan pure matcha, melainkan minuman tinggi gula dengan sedikit bubuk matcha.

Menu seperti:

  • matcha cream
  • matcha frappe
  • iced sweet matcha latte

kadang memiliki kandungan gula yang lebih tinggi dibanding kopi susu biasa.

Kalau dikonsumsi setiap hari, risikonya bisa berdampak pada:

  • kenaikan berat badan
  • jerawat hormonal
  • resistensi insulin
  • energi tubuh naik turun

Jadi bukan matchanya yang bermasalah, tapi kombinasi gula dan frekuensi konsumsinya.

Berapa Batas Aman Minum Matcha?

Secara umum, konsumsi 1–2 cangkir matcha per hari masih tergolong aman untuk orang dewasa sehat.

Yang perlu diperhatikan:

  • hindari konsumsi larut malam
  • jangan diminum saat perut kosong
  • perhatikan total kafein harian dari kopi, teh, dan minuman energi lainnya
  • pilih matcha rendah gula atau tanpa tambahan sirup

Kalau setelah minum matcha kamu mulai mengalami gangguan tidur, jantung berdebar, atau lambung tidak nyaman, itu tanda tubuh sedang memberi sinyal untuk mengurangi konsumsi.

Tidak semua yang viral otomatis cocok dikonsumsi terus-menerus setiap hari. Matcha memang punya banyak manfaat kesehatan karena kaya antioksidan dan senyawa antiinflamasi, tapi tetap perlu dikonsumsi secara bijak.

Healthy lifestyle bukan soal ikut tren minuman tertentu, tapi memahami apa yang benar-benar dibutuhkan tubuh. Karena pada akhirnya, sesuatu yang sehat pun bisa memberi efek negatif kalau berlebihan.