Pembukaan toko pertama Hedgren di Jakarta bukan sekadar penambahan gerai ritel, melainkan penanda bagaimana merek global mulai membaca ulang kebutuhan masyarakat urban yang menuntut tas fungsional, estetis, dan semakin sadar lingkungan.
Pembukaan toko pertama Hedgren di Jakarta menandai babak baru perjalanan merek tas asal Belgia itu di Indonesia. Setelah hampir satu dekade hadir melalui gerai-gerai department store, Hedgren kini memilih mendekat langsung ke konsumen lewat toko standalone yang berlokasi di Pondok Indah Mall, South Skywalk lantai 2.
Langkah ini bukan sekadar ekspansi fisik, melainkan bagian dari strategi jangka panjang Hedgren menyongsong 2026. Indonesia dipandang sebagai pasar dengan karakter urban yang kuat, mobilitas tinggi, kebutuhan praktis, sekaligus kepekaan terhadap desain dan isu keberlanjutan.
Hedgren sejatinya sudah masuk ke Indonesia sejak 2016 melalui PT Yuna Asia. Selama bertahun-tahun, produk-produknya dikenal lewat etalase SOGO, Central, dan Metro Department Store. Kehadiran toko mandiri menjadi sinyal bahwa merek ini ingin menawarkan pengalaman berbelanja yang lebih personal, sekaligus ruang untuk menampilkan portofolio produk secara utuh.
Selama ini, Hedgren identik dengan koleksi tas wanita. Namun ke depan, arah pengembangan produknya diperluas. Hedgren akan menghadirkan lebih banyak tas perjalanan yang bersifat unisex dan versatil, dirancang untuk kebutuhan kerja, mobilitas harian, hingga bepergian jarak jauh. Pendekatan ini sejalan dengan perubahan gaya hidup urban yang menuntut satu tas untuk berbagai konteks.

Tagline “Whoever You Are, Wherever You Go…” menjadi benang merah koleksi Hedgren. Mulai dari tas tangan, tas pinggang, tote bag, ransel, hingga koper, seluruh produk dirancang dengan prinsip function meets design. Desain dibuat ringkas dan modern, namun tetap menaruh perhatian pada detail fungsional.
Menurut Putri Savana, Marketing Executive Hedgren Indonesia, kekuatan Hedgren terletak pada kemampuannya menjawab kebutuhan praktis tanpa kehilangan estetika. Tas-tas Hedgren dirancang agar nyaman digunakan, mudah diorganisasi, dan relevan dengan ritme kehidupan perkotaan.
Di luar desain, isu material menjadi perhatian penting. Hedgren mengklaim terus memperkuat komitmen terhadap keberlanjutan dengan penggunaan bahan berkualitas tinggi yang water repellent, mudah dirawat, dan semakin ramah lingkungan. Sekitar 70 persen material yang digunakan kini berasal dari bahan daur ulang.
“Komitmen ini bukan sekadar tren, tetapi bagian dari tanggung jawab kami sebagai merek global,” ujar Herlianne Silomba, Brand Manager Hedgren Indonesia. Menurutnya, keberlanjutan menjadi fondasi dalam pengembangan produk ke depan, tanpa mengorbankan fungsi dan daya tahan.
Dari sisi harga, koleksi Hedgren dibanderol mulai sekitar Rp800 ribu, dengan rata-rata harga di kisaran Rp1,7 juta, bergantung pada kategori produk. Rentang ini menyasar konsumen urban yang mencari tas fungsional dengan desain modern dan kualitas jangka panjang.
Dengan pembukaan toko pertama ini, Hedgren optimistis dapat memperluas jangkauan sekaligus memperkuat posisinya sebagai tas pilihan untuk aktivitas sehari-hari, baik untuk bekerja, bepergian, maupun menjalani mobilitas kota yang kian dinamis.


