Pilates untuk Pemula: Apa yang Perlu Dipahami Sebelum Ikut Kelas Pilates?

Pilates untuk pemula mungkin terdengar seperti pilihan olahraga yang mudah. Gerakannya terlihat perlahan, suasana kelasnya cenderung tenang, dan tidak ada aktivitas berlari atau melompat yang membuat napas langsung tersengal-sengal.

Namun, jangan buru-buru menyimpulkan bahwa Pilates adalah olahraga ringan.

Di balik gerakan yang tampak sederhana, Pilates membutuhkan kontrol tubuh, konsentrasi, keseimbangan, stabilitas, dan koordinasi. Setiap gerakan dilakukan dengan tujuan tertentu, sehingga kualitas gerakan sering kali lebih penting daripada seberapa banyak repetisi yang mampu dilakukan.

Popularitas Pilates dalam beberapa tahun terakhir juga membuat olahraga ini semakin dekat dengan gaya hidup urban. Studio Pilates bermunculan, Reformer Pilates semakin populer, dan media sosial ikut membentuk persepsi bahwa Pilates identik dengan tubuh ideal, postur sempurna, dan gaya hidup sehat yang terlihat estetik.

Masalahnya, ketika sebuah olahraga terlalu kuat dikaitkan dengan citra tertentu, orang bisa lupa pada fungsi sebenarnya.

Pilates bukan sekadar olahraga yang terlihat cantik di media sosial. Dan untuk pemula, ada beberapa hal yang sebaiknya dipahami sebelum mengikuti kelas Pilates pertama.

Sponsored Links

1. Pilates Bukan Jalan Pintas untuk Mendapatkan Tubuh Ideal

Salah satu alasan seseorang mencoba Pilates adalah karena melihat perubahan bentuk tubuh orang lain di media sosial.

Ada yang mengaitkannya dengan tubuh lebih ramping, perut lebih rata, postur lebih tegap, atau otot yang terlihat lebih “toned”.

Pilates memang dapat membantu melatih kekuatan otot, terutama otot inti atau core, sekaligus mendukung kontrol gerak, fleksibilitas, keseimbangan, dan kesadaran terhadap postur.

Namun, Pilates bukan metode ajaib yang otomatis mengubah bentuk tubuh dalam waktu singkat.

Perubahan komposisi tubuh dipengaruhi oleh banyak faktor, termasuk pola makan, tingkat aktivitas fisik secara keseluruhan, kualitas tidur, stres, kondisi kesehatan, dan faktor genetik.

Karena itu, jika alasan utama mengikuti Pilates adalah karena ingin memiliki tubuh seperti seseorang yang kamu lihat di Instagram, mungkin ekspektasi tersebut perlu dikaji ulang.

manfaat pilates
Tak cuma menguatkan otot, pilates juga punya banyak manfaat untuk kesehatan (Foto: Pixabay)

Olahraga seharusnya tidak selalu dimulai dari rasa tidak suka terhadap tubuh.

Lebih sehat jika olahraga dimulai dari keinginan untuk membuat tubuh menjadi lebih kuat, lebih mampu bergerak, dan lebih siap menjalani aktivitas sehari-hari.

2. Jangan Tertipu oleh Gerakan Pilates yang Terlihat Pelan

Salah satu kesalahpahaman tentang Pilates adalah menganggapnya mudah karena gerakannya tidak eksplosif.

Padahal, gerakan yang dilakukan secara perlahan justru dapat membuat otot bekerja lebih lama dalam posisi tertentu.

Dalam kelas Pilates, kamu mungkin diminta mempertahankan posisi tubuh, mengontrol pergerakan tangan dan kaki, atau melakukan gerakan kecil secara berulang dengan tingkat presisi tertentu.

Di sinilah tantangannya.

Otot core dan berbagai kelompok otot yang berperan dalam menjaga stabilitas tubuh harus bekerja untuk mempertahankan posisi dan mengontrol gerakan.

Itulah sebabnya, pemula mungkin merasa terkejut setelah kelas pertama. Gerakannya terlihat sederhana, tetapi tubuh bisa merasakan beban yang tidak biasa.

Namun, perlu diingat bahwa rasa pegal bukan satu-satunya ukuran keberhasilan latihan.

Nyeri tajam, rasa sakit yang semakin berat, atau keluhan yang terus bertahan bukan sesuatu yang seharusnya dianggap sebagai tanda bahwa latihan berjalan efektif.

Jika muncul rasa sakit yang tidak biasa, jangan memaksakan diri hanya karena ingin menyelesaikan semua gerakan.

3. Pahami Perbedaan Mat Pilates dan Reformer Pilates

Sebelum mendaftar kelas Pilates, kamu mungkin akan menemukan dua jenis yang cukup populer, yaitu Mat Pilates dan Reformer Pilates.

Mat Pilates dilakukan di atas matras dengan memanfaatkan berat badan sebagai salah satu sumber beban. Dalam beberapa kelas, peserta juga dapat menggunakan alat bantu seperti resistance band, Pilates ring, atau bola kecil.

Sementara itu, Reformer Pilates menggunakan alat khusus dengan platform bergerak, pegas, tali, dan berbagai komponen lain yang memungkinkan variasi latihan lebih luas.

Pilih kelas pilates untuk tingkat pemula (Foto: Pexels)

Alat tersebut dapat digunakan untuk memberikan resistensi atau membantu seseorang melakukan gerakan tertentu. Keduanya memiliki prinsip dasar Pilates, tetapi pengalaman latihan yang dirasakan bisa berbeda.

Untuk pemula, bukan berarti salah satu jenis Pilates pasti lebih baik.

Yang lebih penting adalah memilih kelas dengan tingkat beginner atau pemula dan memastikan instruktur dapat memberikan penjelasan serta modifikasi gerakan yang sesuai. Tidak ada alasan untuk langsung mengikuti kelas tingkat lanjut hanya karena ingin terlihat sudah mahir.

Dalam olahraga, ego sering kali menjadi salah satu alasan seseorang memaksakan tubuh melakukan sesuatu yang belum siap dilakukan.

4. Tidak Semua Gerakan Pilates Harus Kamu Ikuti Persis

Saat mengikuti kelas Pilates secara berkelompok, kamu akan bertemu dengan orang-orang yang memiliki kemampuan fisik berbeda.

Ada yang sudah berlatih selama bertahun-tahun. Ada yang memiliki fleksibilitas tinggi. Ada pula yang baru pertama kali melakukan Pilates.

Karena itu, jangan menganggap bahwa semua orang harus mampu melakukan gerakan dengan cara yang sama.

Jika sebuah gerakan terasa terlalu sulit, tanyakan kepada instruktur apakah tersedia modifikasi. Instruktur yang baik seharusnya tidak hanya menunjukkan bagaimana sebuah gerakan dilakukan, tetapi juga membantu peserta memahami bagaimana menyesuaikannya dengan kondisi tubuh masing-masing.

Sebagai peserta, kamu juga perlu aktif berkomunikasi.

Jika memiliki riwayat cedera, keterbatasan gerak, atau kondisi tertentu yang membuat sebuah gerakan terasa tidak nyaman, informasikan kepada instruktur sebelum kelas dimulai.

Tidak ada penghargaan untuk orang yang paling mampu menahan rasa sakit di dalam studio Pilates.

5. Pilates Tidak Menggantikan Semua Jenis Olahraga

Popularitas Pilates membuat olahraga ini kadang diposisikan seolah-olah mampu memenuhi semua kebutuhan kebugaran.

Padahal, tubuh membutuhkan berbagai bentuk aktivitas fisik.

Pilates dapat menjadi bagian yang baik dari rutinitas olahraga, terutama untuk melatih kekuatan, stabilitas, kontrol gerak, keseimbangan, dan mobilitas.

Namun, bukan berarti seseorang tidak membutuhkan aktivitas aerobik untuk mendukung kesehatan jantung dan paru-paru atau latihan kekuatan progresif untuk mempertahankan dan meningkatkan massa otot.

Karena itu, Pilates sebaiknya tidak selalu dipandang sebagai pengganti semua jenis olahraga. Ia lebih tepat ditempatkan sebagai salah satu bagian dari rutinitas aktivitas fisik yang lebih beragam.

Kamu tetap bisa melakukan Pilates sambil berjalan kaki, berlari, berenang, bersepeda, atau melakukan latihan kekuatan sesuai dengan kebutuhan dan kondisi tubuh. Wellness yang sehat bukan tentang menemukan satu jenis olahraga yang dianggap paling sempurna.

Justru, kesehatan sering kali dibangun dari berbagai kebiasaan sederhana yang dapat dilakukan secara konsisten dalam jangka panjang.

6. Kelas Pilates Pertama Bukan Ajang Pembuktian

Jika ini pertama kalinya kamu mengikuti kelas Pilates, jangan datang dengan pikiran bahwa kamu harus langsung bisa melakukan semua gerakan.

Kamu tidak perlu membuktikan bahwa tubuhmu fleksibel. Kamu juga tidak perlu menunjukkan bahwa kamu kuat. Dan kamu tidak harus terlihat seperti orang yang sudah bertahun-tahun berlatih Pilates.

Kamu datang untuk belajar. Belajar memahami tubuh, mengenali kemampuan diri, dan perlahan membangun kapasitas fisik yang mungkin selama ini kurang diperhatikan. Karena itu, jangan terlalu sibuk membandingkan kemampuanmu dengan peserta lain. Fokuslah pada bagaimana tubuhmu bergerak hari ini dibandingkan dengan sebelumnya.

Jika dilakukan secara konsisten dan dengan teknik yang tepat, Pilates dapat menjadi salah satu cara untuk membantu seseorang lebih sadar terhadap tubuhnya.

Bukan hanya tentang bagaimana tubuh terlihat di depan cermin, tetapi juga bagaimana tubuh bergerak, menopang aktivitas sehari-hari, dan beradaptasi dengan berbagai tuntutan kehidupan.

Jadi, Apa yang Harus Disiapkan Sebelum Ikut Kelas Pilates?

Untuk pemula, hal terpenting yang perlu disiapkan bukan hanya pakaian olahraga atau memilih studio yang sedang populer.

Persiapkan juga ekspektasi yang realistis.

Pilih kelas yang memang ditujukan untuk pemula. Jangan ragu memberi tahu instruktur bahwa kamu baru pertama kali mencoba Pilates. Dengarkan tubuh selama latihan dan jangan memaksakan gerakan yang menimbulkan rasa sakit.

Jika memiliki kondisi kesehatan atau riwayat cedera tertentu, pertimbangkan untuk berkonsultasi dengan tenaga kesehatan terlebih dahulu agar aktivitas yang dipilih sesuai dengan kondisi tubuh.

Dan yang tidak kalah penting, jangan menjadikan Pilates sekadar tren yang harus diikuti karena semua orang sedang membicarakannya.

Pada akhirnya, mungkin yang paling penting sebelum mengikuti kelas Pilates bukanlah membeli pakaian olahraga baru, memilih studio paling populer, atau mengejar gerakan yang sedang viral.

Melainkan memahami bahwa tubuh bukan proyek yang harus terus diperbaiki agar pantas dipamerkan, tetapi sesuatu yang perlu dirawat agar bisa menemani kita menjalani hidup dengan lebih baik.