Waspada, Gula Tidak Selalu Bernama “Gula”: Ini Daftar Nama Samaran yang Sering Lolos dari Perhatian

Rasa manis yang sering kita nikmati setiap hari tidak selalu datang dari gula yang terlihat jelas, karena banyak makanan dan minuman menyimpan “gula terselubung” dengan nama lain yang diam-diam memengaruhi kesehatan tubuh.

Di balik rasa manis yang terasa “aman” pada banyak makanan dan minuman kekinian, sering kali tersembunyi gula dalam berbagai nama dan bentuk. Inilah yang disebut gula terselubung, bahan yang kerap luput dari perhatian karena tidak selalu ditulis secara eksplisit sebagai “gula” pada label kemasan.

Sponsored Links

Mengapa Gula Terselubung Perlu Diwaspadai

Konsumsi gula berlebih telah dikaitkan dengan berbagai masalah kesehatan, mulai dari kenaikan berat badan, resistensi insulin, gangguan metabolik, hingga penurunan energi dan fokus. Tantangannya, banyak orang merasa sudah mengurangi gula karena jarang menambahkan gula pasir, padahal asupan gula tetap tinggi dari makanan olahan, minuman kemasan, saus, hingga camilan yang dianggap “lebih sehat”.

Pengganti gula biasanya diklaim lebih sehat, padahal belum tentu (Foto: Pexels)

Gula terselubung juga berbahaya karena:

  • Meningkatkan asupan kalori tanpa rasa kenyang, sehingga mendorong makan berlebihan.
  • Memicu lonjakan gula darah, yang dalam jangka panjang berdampak pada kesehatan metabolik.
  • Membentuk preferensi rasa manis berlebihan, membuat lidah sulit menikmati rasa alami makanan.

Nama-Nama Gula Terselubung yang Paling Umum

Produsen pangan menggunakan berbagai istilah untuk gula, baik untuk alasan teknis maupun pemasaran. Berikut beberapa nama yang paling sering ditemui:

  1. Sucrose
    Bentuk gula paling umum, berasal dari tebu atau bit gula.
  2. Glucose / Dextrose
    Gula sederhana yang cepat diserap tubuh dan menaikkan gula darah dengan cepat.
  3. Fructose
    Gula alami dari buah, namun sering ditambahkan secara terpisah dalam produk olahan.
  4. High Fructose Corn Syrup (HFCS)
    Sirup jagung tinggi fruktosa, banyak digunakan pada minuman manis dan makanan ultra-proses.
  5. Maltose
    Gula hasil pemecahan pati, sering ditemukan pada sereal dan produk roti.
  6. Lactose
    Gula alami dalam susu, juga hadir dalam produk olahan berbasis dairy.
  7. Brown Rice Syrup
    Sering dianggap “lebih sehat”, padahal tetap berkontribusi pada asupan gula.
  8. Cane Juice / Evaporated Cane Juice
    Tetap merupakan gula dari tebu, meski namanya terdengar lebih alami.
  9. Honey, Maple Syrup, Agave Nectar
    Bersumber alami, tetapi secara metabolik tetap gula dan perlu dibatasi konsumsinya.
  10. Molasses
    Produk sampingan pengolahan gula dengan rasa khas dan kandungan gula tinggi.
  11. Fruit Juice Concentrate
    Konsentrat sari buah yang kehilangan serat namun mempertahankan kadar gula tinggi.

Cara Lebih Cerdas Menghindari Gula Terselubung

Langkah paling efektif adalah membaca label komposisi dengan teliti. Perhatikan urutan bahan, semakin awal gula tercantum, semakin besar jumlahnya. Selain itu, biasakan memilih makanan dengan rasa alami, minim proses, dan tidak bergantung pada rasa manis sebagai daya tarik utama.

Mengurangi gula bukan berarti hidup tanpa kenikmatan. Justru, dengan kesadaran yang lebih baik terhadap gula terselubung, tubuh akan lebih seimbang, energi lebih stabil, dan hubungan dengan makanan menjadi lebih sehat. Manis boleh, asal tahu batas dan sumbernya.