Banyak orang ingin cepat kurus, tapi tahukah kamu kalau berat badan yang turun drastis justru bisa membahayakan kesehatan?
Banyak orang berpikir bahwa menurunkan berat badan dengan cepat adalah tanda keberhasilan diet. Padahal, kalau berat badan turun drastis dalam waktu singkat, itu bisa menjadi tanda bahaya bagi kesehatan. Ada banyak alasan kenapa hal ini bisa berbahaya, baik dari sisi kesehatan tubuh, kecukupan nutrisi, maupun konsep diet yang benar.
Dampak Buruk Penurunan Berat Badan yang Terlalu Cepat
- Kehilangan Massa Otot
Jika berat badan turun terlalu cepat, kemungkinan besar yang berkurang bukan hanya lemak, tetapi juga massa otot. Padahal, otot sangat penting untuk metabolisme tubuh. Ketika otot berkurang, metabolisme menjadi lebih lambat, sehingga tubuh justru lebih mudah mengalami kenaikan berat badan kembali setelah diet selesai. - Gangguan Metabolisme
Penurunan berat badan yang drastis sering kali dikaitkan dengan penurunan metabolisme basal tubuh (BMR). Artinya, tubuh akan membakar lebih sedikit kalori dalam keadaan istirahat. Ini bisa membuat berat badan sulit dipertahankan dalam jangka panjang dan meningkatkan risiko efek yoyo. - Risiko Batu Empedu
Batu empedu adalah salah satu efek samping dari penurunan berat badan yang sangat cepat. Saat tubuh kehilangan berat badan dalam jumlah besar, produksi empedu bisa terganggu, dan sisa-sisa kolesterol bisa mengendap menjadi batu empedu, yang bisa menyebabkan rasa nyeri dan gangguan pencernaan. - Gangguan Hormon dan Siklus Menstruasi
Pada wanita, penurunan berat badan yang ekstrem bisa menyebabkan ketidakseimbangan hormon, yang berujung pada siklus menstruasi yang tidak teratur atau bahkan berhenti sama sekali (amenore). Hal ini bisa berdampak pada kesuburan dan kesehatan tulang di masa depan. - Kekurangan Nutrisi
Diet ekstrem biasanya membatasi asupan kalori secara berlebihan. Akibatnya, tubuh tidak mendapatkan cukup nutrisi penting seperti protein, lemak sehat, vitamin, dan mineral. Hal ini bisa menyebabkan anemia, rambut rontok, kulit kusam, hingga melemahnya sistem imun.

Cara Menurunkan Berat Badan Secara Sehat
Jika ingin menurunkan berat badan tanpa risiko kesehatan, kamu perlu menerapkan pola diet yang lebih sehat dan berkelanjutan. Berikut beberapa cara yang direkomendasikan:
- Turunkan Berat Badan Secara Bertahap
Idealnya, berat badan turun sekitar 0,5–1 kg per minggu. Ini adalah angka yang lebih realistis dan tidak membahayakan kesehatan. - Penuhi Kebutuhan Nutrisi
Pastikan kamu tetap mendapatkan cukup protein, serat, lemak sehat, dan karbohidrat kompleks. Jangan menghilangkan kelompok makanan tertentu secara ekstrem, karena tubuh tetap membutuhkan keseimbangan nutrisi. - Jangan Terlalu Ketat Membatasi Kalori
Mengurangi kalori terlalu banyak bisa membuat tubuh masuk ke mode kelaparan, yang justru memperlambat metabolisme. Sebaiknya, defisit kalori tetap dalam kisaran yang aman, sekitar 300–500 kalori per hari. - Fokus pada Aktivitas Fisik
Olahraga adalah bagian penting dari penurunan berat badan yang sehat. Latihan kekuatan bisa membantu mempertahankan massa otot, sedangkan latihan kardio bisa meningkatkan pembakaran kalori dan kesehatan jantung. - Tidur yang Cukup dan Kelola Stres
Kurang tidur dan stres bisa meningkatkan hormon kortisol, yang membuat tubuh lebih sulit membakar lemak. Pastikan kamu mendapatkan tidur yang cukup dan mengelola stres dengan baik agar hasil diet lebih optimal.
Menurunkan berat badan memang baik untuk kesehatan, tetapi jika terlalu cepat dan ekstrem, justru bisa membahayakan tubuh. Risiko seperti kehilangan massa otot, gangguan metabolisme, kekurangan nutrisi, hingga gangguan hormon bisa terjadi. Sebaiknya, turunkan berat badan secara bertahap dengan menerapkan pola makan sehat, olahraga teratur, dan gaya hidup yang seimbang. Dengan begitu, kamu bisa mendapatkan berat badan ideal tanpa mengorbankan kesehatan.