Dari Tenis ke Padel, Cara Baru Lacoste Dekat dengan Gaya Hidup Urban

Di tengah pergeseran gaya hidup urban menuju keseimbangan yang lebih sadar dan terhubung, olahraga kini menjadi ritual baru yang menyatukan gerak tubuh, relasi sosial, dan ekspresi diri dalam satu pengalaman yang utuh.

Olahraga kini tak lagi semata aktivitas fisik, melainkan bagian dari ritual keseharian yang menyatukan tubuh, pikiran, dan koneksi sosial. Dalam semangat inilah Lacoste memperkenalkan takeover padel court pertamanya di Indonesia melalui Lacoste Padel Tournament di Social Padel House, Setiabudi.

Lebih dari sekadar turnamen, momen ini merepresentasikan evolusi gaya hidup aktif yang semakin mindful dan berorientasi pada komunitas. Berakar dari warisan tenis yang telah menjadi identitasnya sejak 1933, Lacoste melihat padel sebagai perpanjangan alami dari filosofi tersebut yaitu olahraga yang dinamis, inklusif, dan menghadirkan ruang interaksi yang hangat.

Lacoste Padel Tournament di Social Padel House, Setiabudi. (Foto: Dok. Lacoste)

Padel sendiri tengah berkembang sebagai salah satu olahraga raket dengan pertumbuhan tercepat di Indonesia. Karakternya yang sosial dan mudah diakses menjadikannya medium ideal untuk membangun koneksi, sekaligus menjaga kebugaran secara menyenangkan. Di sinilah Lacoste menghadirkan pendekatan berbeda: memadukan performa teknis dengan estetika yang refined, sehingga setiap gerak terasa ringan, percaya diri, dan tetap elegan.

Melalui pengalaman yang dirancang secara holistik, mulai dari atmosfer venue, kurasi koleksi performa, hingga interaksi antarkomunitas, Lacoste membentuk ruang di mana olahraga menjadi bagian dari ekspresi diri. Siluet yang fluid dan material yang mendukung mobilitas memperkuat pesan bahwa kenyamanan dan gaya dapat berjalan beriringan dalam keseharian aktif.

Kolaborasi dengan Social Padel House by Ismaya mempertegas visi ini. Sebagai destinasi lifestyle premium, venue tersebut menghadirkan lingkungan yang mendukung semangat sporty elegance sekaligus konektivitas sosial. Dari takeover sebelumnya di Wahid Hasyim hingga turnamen di Setiabudi, rangkaian ini membentuk perjalanan yang merayakan padel sebagai bagian dari wellness culture urban, tempat gerak tubuh, percakapan, dan relaksasi menyatu secara natural.

Kehadiran sejumlah figur publik seperti Teddy Adhitya, Winona Willy, Gitta Yunanda, Kenny Gabriel, dan Devina Mahendriyani turut memperluas resonansi gerakan ini. Mereka merepresentasikan generasi yang memandang olahraga sebagai bagian integral dari keseimbangan hidup, bukan hanya untuk performa, tetapi juga untuk membangun energi positif dan meaningful connection.

Pada akhirnya, Lacoste Padel Tournament menjadi simbol bagaimana warisan klasik dapat diterjemahkan ulang dalam konteks kesejahteraan modern. Dengan pendekatan yang lebih conscious dan experience-driven, Lacoste mengajak masyarakat untuk melihat olahraga sebagai ruang untuk hadir sepenuhnya, di lapangan, dalam komunitas, dan dalam diri sendiri.