Pil KB Masih Jadi Andalan, Ini 5 Pilihan yang Banyak Digunakan Perempuan Indonesia

Masih ragu memulai keluarga berencana, banyak perempuan Indonesia kini mencari informasi yang lebih sederhana dan tepercaya tentang pil KB yang sesuai dengan kebutuhan tubuh dan fase hidup mereka.

Awal tahun kerap menjadi waktu bagi banyak orang untuk menata ulang rencana hidup, termasuk urusan kesehatan reproduksi. Bagi perempuan Indonesia, keluarga berencana (KB) masih menjadi bagian penting dari perencanaan masa depan.

Data BKKBN menunjukkan, pil KB masih menjadi salah satu metode kontrasepsi modern yang paling banyak digunakan. Pada 2023, kontribusinya bahkan mencapai lebih dari 30 persen secara nasional. Sejalan dengan itu, DKT Indonesia memperkirakan sekitar 4 juta perempuan setiap harinya mengandalkan Pil KB Andalan sebagai pilihan kontrasepsi.

Untuk membantu perempuan memahami berbagai opsi yang tersedia, DKT Indonesia menghadirkan video edukatif terbaru yang membahas lima pilihan Pil KB Andalan. Video ini dikemas secara ringan dan visual, menyasar perempuan yang masih ragu memulai KB maupun yang ingin meninjau ulang metode kontrasepsi yang digunakan.

Alih-alih menawarkan satu solusi tunggal, video ini menjelaskan bahwa kebutuhan KB setiap perempuan bisa berbeda, tergantung kondisi tubuh, aktivitas, hingga fase kehidupan yang dijalani.

Salah satu yang dibahas adalah Pil KB Andalan, pil yang sudah sangat familiar di Indonesia. Delapan dari sepuluh perempuan Indonesia tercatat pernah menggunakannya. Pil ini dikenal efektif mencegah kehamilan dengan efek samping minimal, serta memungkinkan kesuburan kembali dengan cepat setelah pemakaian dihentikan.

Andalan, pil KB yang sudah sangat banyak digunakan wanita di Indonesia (Foto: Dok. DKT Indonesia)

Ada pula Pil KB Andalan FE, pil KB 2-in-1 yang mengandung zat besi. Pil ini ditujukan bagi perempuan aktif yang kerap merasa lelah saat menstruasi. Selain mencegah kehamilan, kandungan zat besinya membantu menggantikan zat besi yang hilang selama haid, sehingga dapat mengurangi keluhan seperti pusing dan sulit berkonsentrasi.

Untuk ibu menyusui, video ini mengulas Pil KB Andalan Laktasi. Pil ini dirancang khusus agar aman bagi ibu dan bayi, tidak mengganggu produksi ASI, serta bisa digunakan segera setelah melahirkan. Video tersebut juga meluruskan anggapan bahwa menyusui saja sudah cukup sebagai metode kontrasepsi, karena metode tersebut memiliki syarat ketat yang kerap tidak terpenuhi.

Pil berikutnya adalah Elzsa, yang dikenal sebagai The Beauty Pill. Selain berfungsi sebagai kontrasepsi, Elzsa diformulasikan untuk membantu mengatasi jerawat sedang hingga berat. Pil ini telah melalui uji klinis dan ditujukan bagi perempuan yang ingin mendapatkan manfaat ganda dari pil KB.

Sementara itu, Postpil diperkenalkan sebagai pil kontrasepsi darurat untuk kondisi tertentu, seperti lupa minum pil KB, lupa menggunakan kondom, atau kegagalan metode kontrasepsi lainnya. Postpil perlu dikonsumsi sesegera mungkin setelah berhubungan tanpa pengaman agar efektivitasnya optimal.

Secara keseluruhan, video ini menekankan pentingnya konsultasi dengan apoteker atau tenaga kesehatan sebelum memilih pil KB. Perempuan juga dapat memanfaatkan layanan Halo DKT untuk berkonsultasi gratis dengan dokter dan bidan terkait keluarga berencana dan kesehatan reproduksi.

“Awal tahun sering menjadi momen bagi perempuan untuk meninjau kembali tujuan kesehatan dan rencana hidup mereka,” ujar Ariandes Veddytarro, Group Brand Manager Andalan Pil KB. “Melalui video ini, kami berharap perempuan mendapatkan informasi yang jelas dan relevan agar bisa menjalani perjalanan KB dengan lebih percaya diri.”