Tren Wellness Tourism Tumbuh, Hotel Mulai Jadi Ruang untuk Menjaga Kesehatan

Bagaimana jika liburan tak hanya membuat pikiran lebih segar, tetapi juga membantu tubuh tetap bugar? Pertanyaan ini tampaknya mulai menjadi pertimbangan wisatawan ketika memilih akomodasi, seiring meningkatnya tren wellness tourism di berbagai destinasi.

Perjalanan kini tak lagi hanya soal mencari destinasi baru atau melepas penat dari rutinitas. Bagi sebagian wisatawan, liburan juga menjadi kesempatan untuk mengembalikan energi, menjaga kebugaran, hingga merawat kesehatan mental.

Perubahan cara pandang terhadap perjalanan ini ikut mendorong pertumbuhan wellness tourism atau wisata kebugaran dan kesehatan. Tren tersebut membuat pengalaman menginap di hotel tidak berhenti pada kamar yang nyaman dan lokasi strategis. Fasilitas seperti pusat kebugaran, spa, kolam renang, sauna, hingga aktivitas seperti yoga dan pilates mulai menjadi bagian dari pertimbangan wisatawan ketika memilih akomodasi.

Sejumlah hotel mulai menghadirkan fasilitas wellness untuk menjawab kebutuhan wisatawan yang ingin tetap menjalankan gaya hidup sehat selama bepergian. (Foto: Supplied by Archipelago Hotels)

Di Indonesia, tren ini pun semakin terlihat. Sejumlah hotel mulai menghadirkan fasilitas wellness untuk menjawab kebutuhan wisatawan yang ingin tetap menjalankan gaya hidup sehat selama bepergian. Salah satunya dilakukan Archipelago Hotels, grup manajemen hotel swasta yang memiliki jaringan properti di berbagai wilayah Indonesia dan Asia Tenggara.

Melalui jaringan hotelnya, Archipelago menghadirkan beragam fasilitas yang memungkinkan tamu tetap menjaga rutinitas kebugaran sekaligus menikmati waktu untuk beristirahat. Fasilitas tersebut hadir dalam berbagai bentuk, mulai dari pusat kebugaran dan kolam renang hingga spa, sauna, jacuzzi, serta kelas kebugaran seperti yoga, zumba, dan pilates.

Mengacu pada Indonesia Tourism Outlook 2025/2026, health and wellness tourism diproyeksikan menjadi salah satu segmen pariwisata yang terus berkembang. Kesadaran wisatawan terhadap kesehatan dan pentingnya relaksasi membuat perjalanan perlahan bergeser. Liburan tak lagi semata-mata tentang seberapa banyak tempat yang bisa dikunjungi, tetapi juga bagaimana tubuh dan pikiran bisa kembali dalam kondisi lebih baik setelahnya.

Saat ini, fasilitas wellness Archipelago Hotels tersebar di berbagai wilayah Indonesia, mulai dari Jawa, Bali dan Nusa Tenggara, Sumatera, Kalimantan, hingga Sulawesi. Sebanyak 77 hotel dalam jaringan tersebut diketahui memiliki setidaknya satu fasilitas wellness.

Dari jumlah tersebut, 55 properti dilengkapi pusat kebugaran dan 31 hotel memiliki kolam renang. Sementara itu, layanan spa tersedia di 67 properti, baik yang dikelola secara internal maupun melalui kerja sama dengan operator spa lokal. Beberapa hotel juga menyediakan fasilitas sauna dan jacuzzi, masing-masing di enam dan empat properti.

Bagi tamu yang ingin tetap aktif selama perjalanan, sebanyak 12 properti juga menghadirkan aktivitas kebugaran seperti yoga, zumba, dan pilates.

Fasilitas tersebut dapat ditemukan di sejumlah brand yang berada di bawah Archipelago Hotels, seperti Aston, Kamuela, The Alana, Harper, Quest Hotels, Hotel Neo, hingga fave hotel. Jaringannya tersebar di kota-kota besar sekaligus sejumlah destinasi wisata di Indonesia.

Pengalaman wellness yang ditawarkan pun tidak selalu identik dengan fasilitas kebugaran modern. Sejumlah properti menghadirkan pengalaman spa yang mengadaptasi kekayaan tradisi Nusantara dengan menggandeng berbagai mitra, seperti Alaya Spa, Annathaya Spa, Kamma Spa, Apsara Spa, serta operator spa lokal lainnya.

“Permintaan terhadap fasilitas wellness terus meningkat seiring perubahan kebutuhan wisatawan. Kami melihat hotel kini memiliki peran lebih dari sekadar tempat menginap, tetapi juga ruang yang mendukung kesehatan dan keseimbangan hidup,” ujar CEO Archipelago Hotels John Flood.

Menurutnya, pengembangan fasilitas wellness di berbagai brand Archipelago dilakukan untuk menghadirkan pengalaman menginap yang semakin sesuai dengan kebutuhan wisatawan saat ini.

Kombinasi fasilitas kebugaran dan layanan spa berbasis kearifan lokal pada akhirnya memberikan pilihan yang lebih beragam bagi tamu. Mereka bisa berolahraga setelah seharian beraktivitas, berenang untuk menyegarkan tubuh, atau sekadar menikmati perawatan spa untuk melepas ketegangan.

Kebutuhan tersebut berlaku bagi berbagai jenis perjalanan, baik ketika seseorang sedang melakukan perjalanan bisnis maupun menikmati liburan. Sebab, semakin banyak wisatawan yang mulai menyadari bahwa perjalanan yang berkualitas bukan hanya tentang tempat yang didatangi, tetapi juga kondisi tubuh dan pikiran ketika kembali ke rumah.