5 Hal Edukatif yang Bisa Dipelajari di FLOII Expo 2026, dari Budidaya Anggrek hingga Tanaman Endemik

FLOII Expo 2026 bukan sekadar ajang berburu tanaman hias unik. Lewat workshop, talkshow, dan berbagai program interaktif, pengunjung diajak memahami lebih jauh tentang teknik budidaya, kekayaan hayati Indonesia, hingga peluang ekonomi di balik dunia florikultura.

Pameran Floriculture Indonesia International (FLOII) Expo 2026 memasuki hari ketiga penyelenggaraannya pada Sabtu (19/9). Mengusung tema United by Nature, pameran yang digelar di Hall 3A ICE BSD, Tangerang, ini mempertemukan pelaku industri, komunitas, kolektor, dan masyarakat umum dalam satu ruang yang dipenuhi beragam koleksi tanaman hias.

Sejak pertama kali diselenggarakan pada 2022 oleh Dyandra Event Solutions, FLOII Expo berkembang menjadi salah satu ajang yang memperkenalkan dunia florikultura kepada khalayak yang lebih luas. Tahun ini, pengunjung tidak hanya bisa melihat tanaman-tanaman unik seperti Monstera Oceana Masterpiece Lava, Platycerium willinckii ‘Masayu’, hingga Sansevieria Marsha, tetapi juga memperoleh pengetahuan melalui sejumlah program edukatif.

Lantas, apa saja hal yang bisa dipelajari pengunjung dari FLOII Expo 2026?

1. Mengenal Teknik Menanam Tanaman Hias dengan Media Kokedama

Merawat tanaman hias tidak selalu berarti menanamnya di dalam pot berisi tanah. Salah satu teknik yang diperkenalkan dalam workshop FLOII Expo 2026 adalah Platycerium Kokedama bersama BS Dharma.

Kokedama merupakan teknik menanam dengan membentuk media tanam menjadi bola yang dibungkus lumut atau material organik tertentu. Teknik ini tidak hanya menawarkan nilai estetika, tetapi juga menjadi alternatif cara menampilkan tanaman.

Wrokshop di FLOII 2026 (Foto: FLOII 2026)

Melalui workshop tersebut, pengunjung berkesempatan mempelajari cara menanam Platycerium, yang dikenal sebagai tanaman tanduk rusa, menggunakan media kokedama. Pengetahuan ini dapat menjadi bekal bagi para penggemar tanaman yang ingin mengeksplorasi metode penanaman di luar cara konvensional.

2. Memahami Cara Memanfaatkan Daun untuk Membuat Karya Seni

Tanaman tidak hanya bisa mempercantik ruangan, tetapi juga menjadi sumber inspirasi untuk menghasilkan karya kreatif. Hal ini diperkenalkan melalui workshop Eco Print yang dibawakan oleh Muhammad Rapli, edukator Kebun Raya Bogor.

Dalam kegiatan tersebut, peserta diperkenalkan pada teknik mencetak motif alami dari daun dan bagian tanaman ke media kain. Eco print memanfaatkan bentuk, tekstur, serta pigmen alami tumbuhan untuk menghasilkan pola yang khas.

Selain memperkenalkan proses kreatif berbasis alam, kegiatan ini menunjukkan bahwa interaksi dengan tanaman dapat dikembangkan menjadi aktivitas seni yang menarik. Bagi pengunjung, workshop ini bisa menjadi pintu masuk untuk mengenal pemanfaatan tumbuhan secara lebih kreatif dan berkelanjutan.

3. Mempelajari Proses Pengembangbiakan Anggrek

Keindahan anggrek yang sering menjadi daya tarik kolektor ternyata tidak terlepas dari proses budidaya dan pengembangbiakan yang membutuhkan pengetahuan khusus.

FLOII Expo 2026 menghadirkan talkshow Beyond Bloom: The Science of Orchid Breeding bersama National Orchid Expert Wahyu Adi Mintarto dan Wakil 1 DPD PAI Jawa Barat Romiyadi. Sesi ini mengajak pengunjung memahami proses breeding atau persilangan anggrek secara lebih mendalam.

Bagi pencinta anggrek, topik ini memberikan gambaran bahwa menghasilkan varietas tanaman dengan karakter tertentu bukanlah proses instan. Ada pengetahuan, teknik, dan ketelitian yang terlibat di balik keberagaman bentuk serta warna anggrek yang selama ini dikagumi.

Selain talkshow, pengunjung juga dapat mengikuti workshop The Art of Growing Orchids bersama Romiyadi dan Muhammad Isyraq untuk memperdalam pengetahuan tentang teknik budidaya anggrek.

4. Mengenal Keunikan dan Potensi Tanaman Endemik Indonesia

Indonesia memiliki kekayaan flora yang sangat beragam. Namun, seberapa jauh masyarakat mengenal tanaman endemik yang tumbuh di berbagai wilayah Nusantara?

Pertanyaan tersebut menjadi bagian dari pembahasan dalam talkshow Discovering the Beauty, Stories & Uniqueness of Endemic Plants. Sesi ini menghadirkan National Aquascape Expert Narto Nato, plant influencer Fahri Windi Ansori, serta Direktur Buah dan Florikultura Kementerian Pertanian Republik Indonesia Tommy Nugraha.

Melalui sesi tersebut, pengunjung diajak mengenal keindahan, cerita, dan keunikan tanaman endemik Indonesia. Pembahasan ini juga membuka perspektif bahwa tanaman lokal bukan sekadar elemen dekorasi, melainkan bagian dari kekayaan hayati yang memiliki nilai ekologis, budaya, dan ekonomi.

Di tengah tren mengoleksi tanaman unik, pemahaman tentang asal-usul dan karakteristik tanaman menjadi penting agar aktivitas hobi berjalan beriringan dengan kepedulian terhadap kelestarian alam.

5. Memahami Nilai Ekonomi dan Kreativitas di Balik Tanaman Hias

Tanaman hias kini tidak hanya dipandang sebagai penghias rumah atau pelengkap ruang hijau. Sebagian tanaman memiliki nilai koleksi yang tinggi, terutama karena kelangkaan, karakteristik unik, dan tingkat kesulitan budidayanya.

FLOII Expo 2026 menampilkan sejumlah tanaman langka dan menarik, termasuk Monstera Oceana Masterpiece Lava, Platycerium willinckii ‘Masayu’, Pachypodium lamerei monstrous, Tillandsia duratii, dan Sansevieria Marsha. Kehadiran koleksi tersebut memperlihatkan beragamnya potensi ekonomi di industri florikultura.

Nilai tanaman juga tercermin dalam berbagai kegiatan kompetisi, seperti FLOII Platycerium Contest, Orchid Contest, dan Botanical Art Contest. Selain itu, sesi lelang tanaman memberikan kesempatan kepada kolektor untuk mendapatkan spesimen tertentu.

Rangkaian kegiatan tersebut memperlihatkan bahwa dunia tanaman hias memiliki ekosistem yang luas, mulai dari budidaya, koleksi, kreativitas, hingga perdagangan. Bagi masyarakat yang baru ingin terjun ke dunia ini, FLOII dapat menjadi ruang untuk memahami lebih jauh peluang sekaligus tanggung jawab di balik hobi merawat tanaman.

Sponsored Links

FLOII Expo 2026: Belajar Peduli Alam dari Satu Tanaman

Selain berbagai program edukasi dan kompetisi, FLOII Expo 2026 turut menghadirkan pengalaman kreatif melalui Art Plant Music bersama Onion Jams, yang memadukan tanaman dan musik.

Sales & Marketing FLOII Expo 2026, Alvita Silalahi, mengatakan bahwa antusiasme pengunjung pada hari ketiga turut dirasakan oleh para peserta pameran. Bahkan, sejumlah exhibitor dari luar negeri disebut mulai kehabisan stok tanaman yang mereka bawa.

Rangkaian kegiatan FLOII Expo 2026 menjadi bagian dari semangat #DimulaiDariSatu, sebuah ajakan untuk membangun kepedulian terhadap lingkungan melalui langkah sederhana, termasuk merawat satu tanaman di rumah.