Cara Jitu Atur Dana THR Biar Rekening Tetap Sehat

Salah satu yang paling ditunggu di bulan Ramadan adalah adanya Tunjangan Hari Raya (THR). Bagi banyak orang, dana THR umumnya digunakan untuk berbelanja kebutuhan hari raya Idul Fitri. Namun tidak sedikit juga yang memanfaatkannya sebagai modal usaha, ditabung atau investasi agar keuangan jadi lebih sehat.

Menerima THR umumnya diikuti dengan tindakan untuk membelanjakan sebagian besar dana yang diterima. Sebetulnya boleh saja, asalkan pengeluarannya sesuai dengan kondisi dan kebutuhan. Artinya, kamu harus tetap bijak untuk mengelola dana yang kamu terima.

Jangan sampai dana THR kamu habis hanya untuk bersenang-senang saja dan di kemudian hari kamu tidak punya tabungan sehingga kondisi keuangan kamu jadi tidak sehat.

Berikut ini adalah beberapa cara untuk mengelola dana THR yang bisa kamu lakukan untuk membuat rekening jadi tambah sehat:

Atur ulang beli pakaian baru dan belanja Idul Fitri

Salah satu mindset yang mungkin harus diubah adalah keharusan untuk membeli pakaian baru. Kamu bisa mempertimbangkan untuk memakai pakaian-pakaian lama yang masih bagus untuk merayakan Idul Fitri. Ini juga berguna agar kamu tidak terlalu banyak menumpuk pakaian yang pada akhirnya jadi jarang kamu pakai dan nantinya hanya akan berakhir menjadi limbah tekstil.

Namun kalau kamu memang harus membeli pakaian baru, batasi belanjanya, misalnya dengan hanya menggunakan 10% dari dana THR saja. Ketegasan ini berguna agar dana THR kamu juga tidak cepat habis dan masih bisa kamu gunakan untuk hal lainnya.

Kamu juga bisa memanfaatkan promosi diskon Idul Fitri yang biasanya mulai marak diadakan menjelang hari raya. Terlebih saat ini juga sudah tersedia beberapa e-commerce yang menawarkan harga menarik untuk belanja kebutuhan Idul Fitri.

Merayakan Idul Fitri tidak harus dengan pakaian baru (Foto: Xframe)

Segera lunasi cicilan

Dana THR yang diterima bisa kamu gunakan untuk membayar atau melunasi cicilan. Utamakan pada pembayaran yang bunganya paling tinggi, seperti kartu kredit, pinjaman online atau cicilan kendaraan. Ini berguna untuk menjaga keuangan kamu lebih sehat di kemudian hari dan usai Idul Fitri kamu tidak perlu repot membayar cicilan lagi. 

Sisihkan untuk dana darurat

THR bukan berarti berfoya-foya belanja. Kamu juga harus menyisihkannya untuk keperluan darurat yang tidak terduga. Misalnya, kamu tiba-tiba harus kehilangan sumber penghasilan. Dana darurat bisa bermanfaat untuk menopang kebutuhanmu sementara waktu.

Perlu kamu ketahui juga bahwa dana darurat memiliki fungsi yang sangat penting. Itu sebabnya kamu sebaiknya memisahkan dana darurat dari rekening yang kamu gunakan sehari-hari. Ini berfungsi untuk menjaga agar dana ini sama sekali tidak terpakai untuk hal-hal yang sifatnya konsumtif. Besaran dana darurat bisa kamu anggarkan sekitar 30% dari THR yang kamu terima.

Jangan lupa investasi 

Kesadaran untuk berinvestasi saat ini sudah mulai meningkat. Instrumen investasi yang populer di Indonesia juga sangat beragam, mulai dari saham, obligasi, reksadana, deposito, emas, hingga peer to peer lending (investasi pinjaman uang) yang saat ini mulai banyak diminati.

Investasi adalah salah satu cara meningkatkan performa keuangan (Foto: Pexels)

Pada dasarnya, investasi sendiri terbagi menjadi:

  • Investasi jangka pendek, yang umumnya memiliki durasi sekitar 1 atau 2 tahun saja. Investasi jangka pendek ini biasanya dilakukan hanya untuk sekadar mengamankan dana agar tidak terpakai untuk kebutuhan lain yang sifatnya konsumtif sekaligus mencari peluang-peluang baru untuk memulai usaha.

Investasi jangka pendek bisa saja memiliki modal yang kecil atau besar. Tergantung dari kebutuhan dan kondisi keuangan yang kamu miliki. Investasi ini juga biasanya punya risiko rendah, jadi tidak perlu mempelajarinya terlalu dalam. Misalnya reksadana, deposito dan obligasi.

  • Investasi jangka panjang, yang untuk menikmati keuntungannya dibutuhkan waktu bertahun-tahun. Meskipun durasinya tergolong sangat panjang bila dibandingkan dengan investasi jangka pendek, namun keuntungan yang didapat juga lebih tinggi. Investasi jangka panjang setidaknya membutuhkan waktu sekitar 10 tahun untuk bisa dinikmati keuntungannya.

Yang perlu kamu perhatikan pada jenis investasi ini adalah kamu harus punya modal yang cukup besar untuk berinvestasi, karena pada tahun-tahun pertama investasi biasanya kamu akan mengalami kerugian secara berturut-turut. Itu sebabnya kamu juga perlu mempelajari analisis yang baik sebelum melakukan investasi jenis ini. Contoh investasi ini adalah emas, saham, dan properti.

Umumnya kita memang sering tergoda menggunakan dana THR untuk berbagai keperluan yang sifatnya tidak mendesak. Padahal menerima dana THR bisa menjadi kesempatan buat kamu untuk memperbaiki kondisi keuangan dan memanfaatkan peluang baru di kemudian hari.