Jangan Anggap Sepele, Ini Tanda Kalau Jantung Kamu Bermasalah Saat Olahraga

olahraga

Selain untuk kebugaran, olahraga juga memiliki banyak manfaat bagi kesehatan. Namun jika dilakukan secara berlebihan, olahraga juga bisa menimbulkan risiko masalah jantung. Yuk, kenali gejala masalah jantung saat olahraga.

Pernah mendengar ada orang yang meninggal mendadak saat atau setelah berolahraga? Penyebabnya, kebanyakan karena serangan jantung.

Serangan jantung adalah kondisi medis serius yang terjadi ketika pasokan darah ke jantung terhambat atau terhenti sama sekali. Hal ini karena ada masalah pada pembuluh darah atau arteri koroner akibat adanya sumbatan.

Sumbatan ini bisa karena akumulasi plak yang terdiri dari lemak, kolesterol, dan zat lainnya. Untuk kasus terkena serangan jantung saat berolahraga, biasanya karena orang tersebut memang memiliki masalah jantung dan pembuluh darah sebelumnya.

Serangan jantung juga bisa terjadi saat olahraga (Foto: Pexels)

Nah, ketika berolahraga dengan intensitas tinggi, risiko serangan jantung atau henti jantung mendadak akan menjadi lebih tinggi. Menurut American College of Cardiology, risiko kena serangan jantung saat olahraga meningkat 56 kali lipat pada orang yang tidak biasa melakukan aktivitas fisik.

Sementara itu, orang berusia muda dan sehat lebih kecil kemungkinannya mengalami serangan jantung saat berolahraga. Namun bukan berarti orang muda dan sehat mustahil terkena serangan jantung saat berolahraga.

Sementara itu, dilansir dari Klikdokterolahraga sepak bola, basket, bulu tangkis, tenis, dan lari marathon sebaiknya dihindari bagi pemilik riwayat masalah jantung sebelumnya.

Gejala Sakit Jantung Saat Olahraga

Meski berusia muda, sehat, dan terbiasa berolahraga, ada baiknya kamu juga mengetahui gejala sakit jantung saat berolahraga agar bisa lebih cepat mencari pertolongan.

Berikut gejala gangguan jantung saat berolahraga.

1.       Nyeri pada bagian dada

Ini merupakan gejala yang paling sering dirasakan saat seseorang mengalami gangguan fungsi jantung. Nyeri ini bisa berupa sensasi seperti diremas atau ditekan di bagian tengah atau kiri dada.

Intensitasnya mulai dari yang ringan hingga bertambah kuat, dan bisa pergi datang begitu saja selama kita berolahraga. Dan biasanya nyeri pada bagian dada ini akan membaik setelah kita beristirahat atau berhenti berolahraga.

2.       Sulit bernapas

Sulit bernapas ini meliputi napas terlalu pendek, terengah-engah dengan parah disertai kesulitan mengambil napas. Jika merasakan gejala seperti itu, sebaiknya segera hentikan aktivitas berolahraga dan cari pertolongan setelahnya, meski kesulitan bernapas sudah tidak dirasakan lagi.

3.       Detak jantung tidak teratur

Detak jantung tidak teratur dalam istilah medisnya dikenal dengan aritmia. Kondisi ini ditandai dengan jantung berdebar hebat, irama jantung tidak teratur, menurun, meningkat atau bahkan berhenti sesaat.

Ada gejala serangan jantung yang timbul saat berolahraga (Pixabay)

4.       Pandangan gelap hingga hilang kesadaran

Gejala jantung mengalami masalah saat berolahraga juga bisa datang dalam bentuk pandangan yang tiba-tiba gelap, hilang keseimbangan, hingga jatuh pingsan. Kondisi ini biasanya disebabkan jumlah darah tidak terdistribusi dengan baik hingga ke otak.

5.       Keringat abnormal

Berkeringat ketika kita berolahraga adalah sesuatu yang wajar. Namun yang perlu diwasapadai adalah keluar keringat dingin hingga disertai rasa mual yang tak tertahankan. Itu merupakan tanda dari serangan jantung.

6.       Nyeri pada bagian tubuh lain

Bukan hanya dada, rasa nyeri akibat gangguan jantung juga bisa dialami bagian tubuh lain seperti lengan atas, punggung, leher, atau perut. Biasanya rasa nyeri ini berpindah-pindah dan memerlukan waktu cukup lama untuk hilang dengan sendirinya.

Jangan abaikan gejala-gejala tadi meski sudah hilang sepenuhnya karena itu merupakan suatu peringatan bahwa jantung sedang mengalami gangguan. Segera hentikan aktivitas olahraga dan beristirahatlah.

Meski begitu, terlepas dari kekhawatiran tentang masalah jantung saat berolahraga, tetap berolahraga jauh lebih baik daripada tidak berolahraga sama sekali.

Yang perlu kamu perhatikan adalah intensitas latihan yang tidak boleh terlalu keras, terlalu menantang kekuatan fisik, dan berlebihan. Sebelum berolahraga, pastikan untuk melakukan pemansan dan pendinginan agar tidak terjadi penyempitan pembuluh darah mendadak.

Berolahraga dengan intensitas ringan hingga sedang selama 150 menit dalam seminggu atau sekitar 30 menit setiap hari sudah cukup untuk mendapatkan manfaat kesehatan yang luar biasa.

Selain itu, pastikan memberi tubuh cukup waktu untuk pulih dan memperbaiki diri setelah berolahraga, misalnya dengan istirahat cukup serta asupan makanan bergizi.