Jangan Asal Makan, Waspadai Bakteri Salmonella yang Mudah Menyerang Usus

Kadang, dalam mengkonsumsi makanan kita tidak memperhatikan kualitas makanan, seperti kurang matang atau kurang bersih misalnya. Padahal dalam makanan yang kurang matang dan kurang bersih, terutama makanan yang bersumber dari hewan, berisiko mengandung bakteri salmonella yang berbahaya.

Bakteri salmonella adalah bakteri yang menyebabkan infeksi pada saluran usus. Penyakit yang disebabkan bakteri ini dikenal dengan sebutan salmonellosis. Umumnya penyakit ini berhubungan dengan kondisi higienitas individu atau lingkungan.

Bakteri salmonella sendiri berasal dari usus hewan dan bisa ditularkan bila proses pemasakan bahan makanan yang berasal dari hewan tersebut kurang baik, seperti belum matang, atau kurang bersih saat mencucinya.

Siapa yang Rentan Terkena Salmonellosis?

Lalu, siapa saja yang rentan terkena bakteri ini? Umumnya, salmonellosis bisa menyerang siapa saja, bahkan bayi yang berusia dibawah 5 tahun hingga orang dewasa diatas 65 tahun bisa terkena serangan bakteri ini. Tapi secara khusus orang yang rentan terkena bakteri in terbagi menjadi:

  • Orang dengan sistem kekebalan tubuh yang lemah. Misalnya adalah para penderita HIV/AIDS, orang yang sedang menjalani transplantasi organ, dan orang yang sedang menjalani pengobatan radiasi atau kemoterapi.
  • Orang yang punya riwayat sakit peradangan usus. Sel selaput lendir pada usus yang sudah rusak karena peradangan akan menyebabkan seseorang lebih rentan terserang bakteri salmonella.
  • Konsumsi antibiotik yang tidak sesuai dengan takaran yang dianjurkan. Ini akan berakibat pada menurunnya jumlah bakteri baik yang ada di usus, sehingga usus akan lebih mudah terserang bakteri salmonella.
Nyeri haid
Beberapa orang rentan terkena serangan bakteri salmonella, seperti yang punya riwayat sakit radang usus (Foto: Pixabay)

Gejala yang ditimbulkan dari orang yang terkena salmonellosis adalah adalah:

  • Diare atau sakit perut beberapa kali, seperti lebih dari 3 kali dalam sehari.
  • Mual hingga muntah dan terjadi beberapa kali dalam jangka waktu yang cukup pendek.
  • Demam dan mengalami keringat dingin.
  • Sakit kepala atau pusing sehingga sulit untuk konsentrasi dan beraktivitas.
  • Dalam beberapa kasus, terdapat darah saat buang air besar.

Biasanya, gejala ini akan berlangsung antara 4 hingga 7 hari. Namun bukan berarti kondisi ini bisa kamu biarkan begitu saja. Sangat dianjurkan untuk langsung berkonsultasi dengan tenaga medis begitu gejala mulai timbul untuk segera mendapat pengobatan yang benar, karena dampak utama dari kondisi ini adalah tubuh mengalami dehidrasi akibat cairan yang banyak keluar.

Tapi kamu juga bisa setidaknya meredakan gejala salmonellosis ini sebelum mendapat penanganan lebih lanjut dari dokter, seperti konsumsi banyak air putih untuk menggantikan cairan yang banyak terbuang akibat diare dan muntah. Asupan air putih yang cukup juga akan membantu usus memulihkan diri dan secara bertahap membuang racun yang menginfeksi.

Makanan yang Rentan Mengandung Bakteri Salmonella

Beberapa bahan makanan berikut ini harus kamu perhatikan saat mengolahnya, karena rentan  mengandung bakteri salmonella, yaitu:

Telur ayam

Sebaiknya hindari konsumsi telur ayam yang masih mentah. Sebagian orang menganggap bahwa bakteri salmonella berada di luar cangkang telur, yaitu pada kotoran ayam. Jadi, telur ayam yang sudah dicuci bersih pasti bebas salmonella.

Padahal, ayam yang terinfeksi salmonella akan menghasilkan telur yang mengandung bakteri tersebut sebelum cangkangnya terbentuk. Itu sebabnya bakteri ini bisa hidup di dalam cangkang telur.

luka bakar odol
Hindari telur yang belum matang karena rentan mengandung bakteri. (Foto: Pexels)

Daging ayam

Daging ayam yang dikonsumsi dalam keadaan mentah atau kurang matang juga rentan mengandung salmonella. Bakteri ini bisa melekat pada daging bila pada saat proses pemotongannya sempat terkontaminasi dengan kotorannya.

Makanan laut

Makanan laut memang banyak mengandung nutrisi yang baik bagi tubuh. Namun kondisi perairan laut yang kotor dan beracun bisa memicu bakteri salmonella untuk hidup dan berkembang serta pada akhirnya menginfeksi hewan laut yang hidup di perairan tersebut.

Ikan menta
Makanan laut menajdi salah satu yang rentan mengandung salmonella (Foto: Pexels)

Bahayanya, bakteri salmonella memang tidak bisa dideteksi begitu saja. Makanan yang terkontaminasi bakteri ini juga tidak menunjukkan tanda-tanda khusus. Namun, kamu bisa mencegah penularan bakteri ini dengan beberapa cara berikut ini:

  • Bila ingin konsumsi telur, rebus hingga benar-benar matang, baik bagian putih dan kuning telur. Hindari makan telur setengah matang dan mentah. Waktu terbaik untuk masak telur ayam adalah minimal 8 menit dengan kondisi temperatur telur pada suhu ruang. Bila sebelumnya telur berada dalam pendingin, durasi memasak bisa sampai 10 menit.
  • Masak bahan makanan hingga benar-benar matang. Daging ayam biasanya pada suhu minimal 74 derajat celcius, daging merah giling pada 71 derajat celcius, dan daging merah potong pada 63 derajat celcius. Menurut keterangan HelloSehat, pada suhu ini secara teknis bakteri diperkirakan akan mati.
  • Jangan membiarkan makanan matang dalam keadaan terbuka dengan waktu lebih dari 2 jam. Ini akan berisiko makanan bisa terkontaminasi oleh bakteri melalui hewan lain seperti lalat.
  • Bedakan talenan yang digunakan untuk memotong bahan mentah dan makanan matang.
  • Bersihkan dengan sabun peralatan masak dan makan begitu selesai digunakan.
  • Jangan lupa untuk selalu cuci tangan sebelum menyentuh makanan.

Salmonella pada dasarnya bisa sangat mudah menginfeksi hewan yang mungkin nantinya akan menjadi bahan makanan kita. Itu sebabnya kamu harus perhatikan betul kebersihan, cara pengolahan dan memasak makanan tersebut dengan benar.